Kamis, 22 Desember 2011

LAPORAN PRAKTIKUM FIELDTRIP TAMAN SAFARI INDONESIA DAN MUSEUM ZOOLOGI BOGOR


LAPORAN PRAKTIKUM FIELDTRIP
TAMAN SAFARI INDONESIA DAN MUSEUM ZOOLOGI BOGOR
Di Ajukan Untuk Memenuhi Tugas kelompok
Mata Kuliah: Zoologi Vertebrata
Dosen Pengampu: Eka Fitriah S.Si, M.P.d


Di Susun Oleh :
Abdul Majid
Andri
Cholilah Syarifah
Entik Suticha
Fuzi Fitriyanti Herlin
Jubaedah
Nurfine  Dwi Rostoka
KELAS          : IPA_BIOLOG_B/ IV
KELOMPOK: III
ASS.DOSEN  :AULIA RAKHMAN
LABORATORIUM BIOLOGI
JURUSAN TARBIYAH IPA_BIOLOGI
INSTITUT  AGAMA ISLAN NEGERI SYEKH NURJATI
CIREBON
2010
LAPORAN PRAKTIKUM FIELDTRIP
TAMAN SAFARI INDONESIA DAN MUSEUM ZOOLOGI BOGOR

A.    TUJUAN
Mengetahui keanekaragaman jenis vertebrata  yang ada ditaman safari bogor dari segi morfologi,taksonomi dan klasifikasinya.
B.     LANDASAN TEORI
Vertebrata adalah subfilum dari Chordata, mencakup semua hewan yang memiliki tulang belakang yang tersusun dari vertebra. Vertebrata adalah subfilum terbesar dari Chordata. Ke dalam vertebrata dapat dimasukkan semua jenis ikan (kecuali remang, belut jeung, "lintah laut", atau hagfish), amfibia, reptil, burung, serta hewan menyusui. Kecuali jenis-jenis ikan, vertebrata diketahui memiliki dua pasang tungkai.
Vertebrata memiliki sistem otot yang banyak terdiri dari pasangan massa, dan juga sistem saraf pusat yang biasanya terletak di dalam tulang belakang. Sistem respirasi menggunakan insang atau paru-paru. Klasifikasi menurut Janvier (1981, 1997), Shu et al. (2003), dan Benton (2004).[1] Perhatikan bahwa di dalamnya tidak termasuk remang, sejenis ikan laut namun tidak memiliki vertebra sejati, sehingga tidak semua ikan adalah vertebrata. Tanda "†" berarti "sudah punah".
·         Kelas Placodermi (ikan berkepala perisai dari masa Paleozoik) †
·         Kelas Chondrichthyes (ikan bertulang rawan: hiu dan pari)
·         Kelas Acanthodii (hiu berduri dari masa Paleozoik) †
·         Superkelas Osteichthyes (ikan bertulang sejati: mencakup hampir semua ikan penting yang dikenal orang)
·         Kelas Actinopterygii (ikan bersirip kipas)
·         Kelas Sarcopterygii (ikan bersirip cuping/sirip berdaging)
·         Subkelas Coelacanthimorpha (coelacanth)
·         Subkelas Dipnoi (ikan paru)
·         Subkelas Tetrapodomorpha (moyang semua tetrapoda)
·         Superkelas Tetrapoda (vertebrata bertungkai empat)
·         Kelas Amfibia
·         Seri Amniota (hewan beramnion)
·         Kelas Sauropsida (reptilia dan unggas)
·         Kelas Aves (unggas)
·         Kelas Synapsida (reptilia mirip mamalia)
·         Kelas Mamalia (mamalia)
C.    ALAT DAN BAHAN
·         Book note
·         Pulpen
·         Kamera
·         Hewan-hewan yang ada ditaman safari

D.    PROSEDUR KERJA
1.      Mengamati hewan yang ada ditamana safari dan museum zoology bogor dari segi morfooginya
2.      Mengklasifikasikan hewan yang diamati berdasarkan karakteristiknya dan kekerabatan diantara hewansatu denga yang lainnya
E.     HASIL PENGAMATAN

1.      Anoa
2.      Bison
3.      Babi rusa
4.      Singa sumatera
5.      Harimau sumatera
6.      Domba Badak sumatera
7.      Buaya muara
8.      Beruang madu
9.      Kambing gunng
10.  Burung ostrick
11.  Burung bango
12.  Binturong
13.  Burung maleo
14.  Burung gosong
15.  Burung wallet













F.      PEMBAHASAN
Domba
Domba (Ovis aries) mempunyai tata nama sebagai berikut :
Kingdom         : Animalia
Filum               : Chordata
Subfilum         : Vertebrata
Kelas               : Mamalia
Ordo                : Ungulata
Subordo          : Artiodactyla
Famili              : Bovidae
Subfamili         : Caprinae
Genus              : Ovis
Spesies            : Ovis aries
Domba yang kita kenal sekarang merupakan hasil dometikasi manusia yang sejarahnya diturunkan dari 3 jenis domba liar, yaitu Mouflon (Ovis musimon) yang berasal dari Eropa Selatan dan Asia Kecil, Argali (Ovis amon) berasal dari Asia Tenggara, Urial (Ovis vignei) yang berasal dari Asia (Anonim, 2005).
Kita mengenal beberapa bangsa domba yang tersebar di Indonesia, seperti : domba kampung, domba Priangan berasal dari Indonesia dan banyak terdapat di    daerah Jawa Barat, domba ekor gemuk merupakan domba yang berasal dari Indonesia bagian timur seperti Madura, Sulawesi dan Lombok, dan domba Garut adalah domba hasil persilangan segi tiga antara domba kampung, merino dan domba ekor gemuk dari Afrika Selatan (Anonim, 2005).
Domba dipelihara terutama untuk keperluan produksi daging, wol, kulit, susu dan kotorannya (Payne dan Williamson, 1993). Daging domba merupakan sumber protein dan lemak hewani. Bulu domba dapat digunakan sebagai industri tekstil. Walaupun belum memasyarakat, susu domba merupakan minuman yang bergizi (Anonim, 2005). Namun seiring dengan perkembangan ilmu dan teknologi tidak jarang domba digunakan sebagai hewan percobaan untuk penelitian (Payne dan Williamson, 1993).
Domba merupakan herbivora yang merumput, tidak seperti kambing dan jerapah yang menyukai dedaunan yang tinggi (Smith et.al., 1997). Domba lebih suka rumput pendek, legum dan berbagai jenis semak pendek (Payne dan Williamson, 1993). Domba memotong tumbuhan sangat dekat dengan tanah (Smith et.al., 1997)
Bahan baku makanan yang dapat diberikan untuk domba terdiri dari dua jenis, yaitu pakan hijauan dan konsentrat. Pakan hijauan merupakan merupakan makanan kasar yang terdiri dari hijauan yang dapat berupa rumput lapangan, limbah hasil pertanian, rumput jenis unggul, dan beberapa jenis leguminosae. Pakan hijauan berfunsi sebagai sumber gizi, yaitu protein, sumber tenaga, vitamin dan mineral. Konsentrat merupakan makanan penguat yang terdiri dari bahan baku yang kaya akan karbohidart dan protein seperti jagung kuning, bekatul, dedak, gandum, dan bungkil. Konsentrat untuk ternak domba umumnya disebut makanan penguat atau bahan baku makanan yang memiliki kandungan serat kasar kurang dari 18 % dan mudah dicerna (Murtidjo, 1993) .
Pada umumnya petani ternak domba hanya memberikan hijauan pakan pada ternaknya. Perlakuan tersebut akan dapat mencukupi kebutuhan ternak domba jika hijauan pakan yang diberikan memiliki kualitas baik. Namun jika dievaluasi dari karakteristik hijauan pakan yang tumbuh di lingkungan tropis, sangat jelas bahwa pemberian makanan pada domba yang mengandalkan hijauan pakan akan kurang berarti. Sebab domba tidak dapat memenuhi kebutuhan tubuhnya yang berkaitan dengan zat makanan, khususnya protein. Sebagai konsekuensinya, maka dalam pemanfaatan hijauan pakan sebagai makanan ternak domba harus disuplementasikan dengan makanan penguat atau konsentrat. (Murtidjo, 1993)
Secara alami, air merupakan kebutuhan yang sangat penting untuk domba (Wooster et.al., 2005). Kebutuhan air dari domba yang dipelihara pada kondisi tropis setengah kering adalah 4,5 liter (Payne dan Williamson, 1993).
Pada hakikatnya kandang domba dapat dibedakan dalam 2 tipe, yaitu: tipe kandang panggung dan tipe kandang lemprak. Tipe kandang panggung memiliki kolong yang bermanfaat sebagai penampung kotoran. Kolong digali dan dibuat lebih rendah daripada permukaan tanah sehingga kotoran dan urine tidak berceceran. Alas kandang terbuat dari kayu atau bambu yang telah diawetkan. Tinggi panggung dari tanah dibuat minimal 50 cm/2 m untuk peternakan besar. Palung makanan harus dibuat rapat, agar bahan makanan yang diberikan tidak tercecer keluar. Sedangkan kandang lemprak tidak dilengkapi dengan alas kayu, tetapi ternak beralasan kotoran dan sisa-sisa hijauan pakan. Kandang tidak dilengkapi dengan palung makanan, tetapi keranjang rumput yang  diletakkan diatas alas. Pemberian pakan sengaja berlebihan, agar dapat hasil kotoran yang banyak. Kotoran akan dibongkar setelah sekitar 1-6 bulan (Anonim, 2005).
Badak Sumatera
Secara taksonomi badak Sumatera diklasifikasikan sebagai berikut :
http://forestcreator.files.wordpress.com/2010/03/rhino.jpg?w=500&h=362Kingdom         : Animalia
Phylum            : Chordata
Sub Phylum     : Vertebrata
Super Kelas     : Gnatostomata
Kelas               : Mammalia
Super Ordo     : Mesaxonia
Ordo                : Perissodactyla
Super Famili    : Rhinocerotides
Famili              : Rhinocerotidae
Genus              : Dicerorhinus
Spesies            : Dicerorhinus sumatrensis Fischer,
Badak adalah binatang berkuku ganjil (perrisodactyla), pada tahun 1814, Fischer telah memberi nama marga (genus) Dicerorhinus kepada badak sumatera..
Dicerorhinus berasal dari bahasa Yunani yaitu Di berarti “dua” dan Cero berarti “cula” (berarti bercula dua), rhinus berarti “hidung”, sumatrensis: merujuk pada Pulau Sumatera. ((ditambah akhiran ensis menurut bahasa Latin, berarti lokasi). Sedangkan dalam bahasa Inggrisnya Badak Sumatera disebut Sumatran Rhino.
MORFOLOGI BADAK SUMATERA.                                                                          
Tinggi badak sumatera diukur dari telapak kaki sampai bahu antara 120-135 cm, panjang dari mulut sampai pangkal ekor antara 240-270 cm.Berat tubuhnya dapat mencapai 909 kg.Tubuhnya tidak berambut kecuali dibagian telinga dan ekornya.Tubuhnya gemuk dan agak bulat, kulitnya licin dan berambut jarang, menarik perhatian dengan adanya dua lipatan kulit yang besar.Lipatan pertama melingkari pada paha diantara kaki depan, dan lipatan kedua di atas abdomen dan bagian lateral.Di atas tubuhnya tidak ada lipatan, jadi lipatan kulit tampak nyata dekat kaki belakang dan lipatan bagian depan dekat kedua culanya.Cula bagian depan (anterior) di atas ujung dari moncongnya jauh lebih besar dari cula bagian belakang (pasterior). Badak sumatera merupakan badak terkecil dan jenis yang paling primitif dari kelima jenis badak yang masih hidup di dunia.                                                                 
Ciri-ciri yang khas dari Badak Sumatera adalah antara lain mempunyai bibir atas lengkung-mengait kebawah (hooked upped), bercula 2 (dua), warna kulit coklat kemerahan serta lipatan kulit hanya terdapat pada pangkal bahu, kaki depan mupun kaki belakang, Kekhasan yang menonjol dari rhino sumatera daripada jenis rhino lainnya adalah kulitnya yang berambut. Waktu bayi seluruh kulit badannya ditutupi rambut yang lebat (gondrong) dan semakin jarang seiring dengan bertambahnya usia. Namun kekhasan lain dari bulu rhino ini adalah rambutnya akan menjadi tumbuh lebat bila hidup dan berada di daerah yang dingin, sedangkan di daerah yang panas menjadi pendek. Sebagaimana rhino jawa, rhino sumatera lebih banyak hidup dan tinggal dalam hutan.
HABITAT BADAK SUMATERA                                                       .
http://forestcreator.files.wordpress.com/2010/03/badak-sumatera.jpg?w=400&h=248Habitat (tempat hidup) badak sumatera adalah pada daerah tergenang diatas permukaan laut sampai daerah pegunungan yang tinggi (dapat juga mencapai ketinggian lebih dari 2000 meter di atas permukaan laut). Tempat hidup yang penting bagi dirinya adalah cukup makanan, air, tempat berteduh dan lebih menyukai hutan lebat. Pada cuaca yang cerah sering turun ke daerah dataran rendah, untuk mencari tempat yang kering. Pada cuaca panas ditemukan berada di hutan-hutan di atas bukit dekat air terjun. Senang makan di daerah hutan sekunder. Habitat badak sumatera di Gunung Leuser, terbatas pada hutan-hutan primer pada ketinggian antara 1000-2000 meter diatas permukaan laut.
Badak sumatera merupakan satwa liar yang senang berjalan. Dalam satu harinya, badak ini dapat menempuh perjalanan sejauh 12 (dua belas) kilometer dalam waktu 20 (dua puluh) jam. Separuh jarak tersebut dilakukan pada malam hari untuk mencari makan, sedangkan aktifitas di siang hari lebih ditujukan untuk mencari atau menuju ketempat berkubang atau berendam di sungai-sungai kecil atau rawa-rawa dangkal.                                                                      .
Badak sumatera dewasa dengan berat 800 (delapan ratus) kilogram, mengkonsumsi rata-rata 50 (lima puluh) kilogram dedaunan dan pepucukan tanaman yang berasal dari pohon-pohon muda, rerantingan dan cecabangan pohon yang rendah atau dari semak belukar yang lebat. Jenis badak ini kadang-kadang memakan batang dari tanaman jahe, rotan dan palem. Untuk memperoleh makanan sebanyak tersebut diatas, seekor rhino sumatera memerlukan areal hutan dan semak belukar seluas 5 (lima) sampai 6 (enam) hektar. Dan untuk seekor rhinosumatera dibutuhkan minimal 700 (tujuh ratus) hektar kawasan hutan dan semak belukar sebagai wilayah pengembaraannya.
Jenis makanan yang di sukai badak sumatera kebanyakan di temukan di daerah perbukitan, berupa tumbuhan semak dan pohon-pohonan. Merumput tidak dilakukan kecuali untuk jenis-jenis bambu seperti Melocana bambusoides.
Terdapat 102 jenis tanaman dalam 44 familia tanaman yang disukai badak sumatera. Sebanyak 82 jenis tanaman dimakan daunnya, 17 jenis dimakan buahnya, 7 jenis dimakan kulit dan batang mudanya dan 2 jenis dimakan bunganya. Tanaman yang mengandung getah lebih disukai seperti daun manan (Urophylum spp) yang tumbuh di tepi bukit.
Daun nangka (Artocarpus integra) juga kegemarannya., lainnya seperti Bunga dari tenglan (Saraca spp) dan lateks dari jenis tanaman rengas (Melanorhea spp) merupakan pakan badak ini.
PENYEBARAN BADAK SUMATERA.                                                             .
Pada kehidupan awalnya, rhino sumatera memiliki daerah penyebaran yang cukup luas, yaitu meliputi Kalimantan, Sumatera, Semenanjung Malaysia, Burma, Kambodya sampai dengan Vietnam. Namun akibat perburuan yang berlangsung terus menerus sejak masa lalu hingga sekarang, maka penyebaran di habitat alamnya menjadi terbatas di pulau Sumatera dan Semenanjung Malaysia saja, Sedangkan di Kalimantan dalam beberapa tahun belakangantidak pernah dijumpai lagi. Jumlah populasi rhino sumatera di kawasan hutan habitat alaminya diperkirakan kurang dari 200 (dua ratus) ekor, dan sebagian besar berada di Sumatera. Di Indonesia penyebaran rhino pada habitat alamnya terdapat dalam kawasan hutan TN Gunung Leuser (Provinsi Nangru Aceh Darusallam), TN Kerinci Seblat (Provinsi Jambi, Sumatera Barat, Bengkulu dan Sumatera Selatan), TN Bukit Barisan Selatan (Provinsi Bengkulu) dan TN Way Kambas (Provinsi Lampung).
PERILAKU BADAK SUMATERA                                                      .
Sebagaimana sepupunya badak jawa, badak sumatera senang berkubang atau berendam dalam Lumpur. Kubangan badak ini umumnya ditemukan pada daerah yang datar dengan panjang antara 2 (dua) sampai dengan 3 (tiga) meter. Mengingat kebiasaan berkubang ini sangat penting bagi badak sumatera, apabila tidak menjumpai tempat kubangan maka dia akan pergi mencari tanah-tanah yang becek/berair dibawah pohon-pohon yang besar. Dengan mempergunakan cula dan kakinya, dia mecongkeli tanah tersebut hingga menjadi bubur tanah yang lembut, kemudian berguling-guling diatasnya. Dalam beberapa tahun kemudian, berangsur-angsur tempat tersebut akan berubah menjadi tempat kubangan yang baru yang panjangnya dapat mencapai lebih dari 5 (lima) meter didekat akar-akar pohon besar didalam hutan. Kedalaman kubangan tersebut dapat mencapai 1 (satu) meter, lebar antara 2 (dua) sampai 3 (tiga) meter dan ketebalan lumpurnya antara 50 (lima puluh) sampai 70 (tujuh puluh) sentimeter.
MASA PERKAWINAN BADAK SUMATERA                                      .                                                                                                          Badak sumatera juga bersifat pendiam dan soliter atau menyendiri, bergerak diam-diam menjelajahi tempat-tempat yang menjadi wilayah pengembaraannya masing-masing. Belum pernah ditemukan sang badak berkelahi untuk memperebutkan wilayah pengembaraannya. Demikian pula dengan satwa lain, jarang sekali dijumpai perkelahian badak ini dengan jenis satwa lainnya. Bila mendeteksi melalui indera penciumannya yang tajam ada bau jenis satwa lain yang dapat menjadi ancaman bagi dirinya seperti harimau sumatera, gajah sumatera maupun manusia, maka dia akan segera lari menghindar kedalam hutan atau semak belukar yang lebat dengan arah yang berlawanan dari tempat datangnya ancaman.
Dewasa kelamin bagi badak sumatera dimulai pada saat usianya mencapai 7 (tujuh) atau 8 (delapan) tahun dengan batas usia dapat mencapai 32 tahun. Sedangkan perilaku perkawinan badak ini tidak berbeda dengan badak jawa.Masa kehamilan badak sumatera berkisar antara 16 (enam belas) sampai 18 (delapan belas) bulan. Anak rhino yang lahir akan hidup dan tinggal bersama induknya hingga mencapai usia7 (tujuh) tahun. Seperti badak jawa, induk rhino sumatera akan dapat bereproduksi kembali apabila sang anak telah mencapai usia lebih 4 (empat) tahun,                                                       .
Badak sumatera juga dikatagorikan sebagai satwa langka dilindungi yang menuju kepunahan (sama dengan rhino jawa dan harimau sumatera). Hal ini dapat kita maklumi, karena jumlah populasi di habitat alamnya belum diketahui secara pasti, yaitu baru diperkirakan kurang dari 200 (dua ratus) ekor saja. Demikian halnya, jumlah populasi pada habitat alam dari setiap kawasan hutan 4 (empat) Taman Nasional di Sumatera belum diperoleh data yang akurat (pasti/tepat). Upaya penyelamatan dengan pengembangbiakan melalui habitat buatan atau penangkaran yang telah dilakukan selama 23 (dua puluh tiga) tahun sejak tahun 1985 sampai sekarang, masih menunjukan tanda-tanda yang mengkhawatirkan. Dari 10 (sepuluh) penangkaran eksitu dan 1 (satu) penangkaran semi insitu (SRS-TN Way Kambas) baru memperoleh 1 (satu) kelahiran anak badak di Cincinnati Zoo-USA, Terlebih data yang ada menunjukkan kematian di penangkaran jauh lebih besar dari kelahiran. Penjelasan tentang kegiatan-kegiatan untuk penyelamatan rhino ini akan diuraikan dalam upaya penyelamatan badak Indonesia.
Harimau Sumatera
http://www.bukit30.org/gambar/harimau1.jpgKingdom         : Animalia
Filum               : Chordata
Kelas               : Animalia
Ordo                : Carnivora
Family             : Felidae
Genus              : Panthera
Spesies            : Panthera tigris
Harimau Sumatera (Panthera tigris Linnaeus, 1758) merupakan jenis kucing terbesar baik yang masih eksis ada maupun dilihat dari penemuan fosilnya. Harimau juga merupakan salah satu jenis mamalia yang paling diketahui kehidupannya. Harimau umumnya dibagi menjadi beberapa sub spesies yaitu : Harimau Bengal, Harimau Caspian, Harimau Amur, Harimau Jawa, Harimau China Selatan, Harimau Bali, Harimau Sumatera dan Harimau Indo China. Ada tiga sub spesies harimau yaitu Kaspian, Bali dan Jawa yang diduga telah punah sejak tahun 1950-an.
Awalnya harimau berasal dari Asia Timur, kemudian melalui dua penyebaran utama menyebar ke berbagai daerah kira-kira dua juta tahun lampau. Dari Barat Laut harimau bermigrasi ke daerah berpohon dan sepanjang sistem sungai di Asia Barat Daya. Dari Selatan dan Barat Daya harimau bergerak ke daratan Asia Tenggara, beberapa diantaranya menyeberang ke kepulauan Indonesaia dan lainnya berakhir di India.
Diyakini bahwa harimau China merupakan cikal bakal harimau. Harimau China memiliki morfologi tengkorak yang primitif, pendeknya bagian cranial dan penampakan lekukan mata lebih jelas.
MORFOLOGI HARIMAU
http://www.bukit30.org/gambar/harimau2.jpgKuning kemerahan sampai kuning pucat dengan loreng hitam dan putih merupakan ciri utama. Loreng setiap harimau berbeda-beda demikian juga dari bagian kedua sisi harimau juga berbeda. Loreng bervariasi dalam jumlah, juga ketebalannya serta kecenderungannya untuk terpecah atau menjadi totol-totol. Garis hitam di atas mata biasanya simetris, tetapi penampakan wajah kedua sisinya bisa saja berbeda. Tidak ada dua harimau yang mempunyai penampakan yang sama. Jantan biasanya mempunyai kerut lebih mencolok, khususnya yang ditampakkan oleh harimau Sumatera.
 Harimau Sumatera (Panthera tigris Linnaeus, 1785) merupakan jenis kucing terbesar baik yang masih eksis atau maupun dilihat dari penemuan fosilnya. Harimau umumnya dibagi menjadi beberapa sub species yaitu Harimau Bengal, Harimau Caspian, Harimau Amur, Harimau Jawa, Harimau China Selatan dan Harimau Bali, Harimau Sumatera dan Harimau Indo China. Ada tiga sub species harimau yaitu Kaspian, Bali dan Jawa yang diduga telah punah sejak tahun 1950 an.                                                                                 
Awalnya harimau berasal dari Asia Timur, kemudian melalui dua penyebaran utama menyebar ke berbagai daerah kira-kira dua juta tahun lampau. Dari Barat Laut harimau bermigrasi kedaerah berpohon dan sepanjang sistem sungai di Asia Barat Daya. Dari selatan dan Barat Daya Harimau bergerak kedaratan Asia Tenggara, beberapa diantaranya menyeberang kekepulauan Indonesia dan lainnya berakhir di India.
Diyakini bahwa harimau China merupakan cikal bakal harimau. Harimau China memiliki morfologi tengkorak yang primitif, pendeknya bagian cranial dan penampakan lekukan mata lebih jelas.                                                                                 
PERILAKU HARIMAU                                                                                   
 Biasanya harimau hidup soliter, kecuali pada betina dan anak, mereka tidak anti sosial. Jantan bergabung dengan betina untuk kawin dan pernah teramati jantan dan anak saat makan atau istirahat. Tidak seperti kebanyakan jenis kucing lain, harimau dengan mudah memasuki air. Selama musim panas mereka akan berendam di danau atau kolam sepanjang hari yang panas. Harimau dapat berenang sejauh 8 km seperti yang terjadi antara daratan Malaysia ke pulau Penang. Umumnya harimau berburu antara sore dan pagi hari (fajar), tetapi dalam beberapa kondisi harimau berburu siang hari. Hewan mangsa harimau adalah seluruh satwa yang ada dihabitat mereka, yang terdiri dari berbagai jenis rusa, babi, kerbau dan banteng. Harimau juga memangsa anak gajah dan badak, serta jenis lainnya yang lebih kecil, termasuk monyet, burung, reptil dan ikan. Harimau sewaktu-waktu membunuh dan memakan leopard dan jenis mereka sendiri, serta karnivora lainnya, termasuk beruang yang beratnya mencapai 170 Kg.                                                     
 Harimau biasanya menerkam mangsa yang besar diawali dengan mengintai dari belakang, dan berakhir memburu mangsanya, terkadang melompat/menerkam mangsanya. Ketika menangkap dan memburu mangsa, harimau mempunyai target utama yaitu leher, juga tengkuk atau tenggorokan. Bagian yang ditangkap tergantung beberapa faktor seperti ukuran tubuh mangsa, ukuran tubuh harimau, apakah penerkaman dari depan, belakang atau samping, dan gerakan perlawanan hewan mangsa.                                                          
Sifat khas harimau adalah mencengkeram leher mangsanya setelah merubuhkannya, hingga mangsanya mati. Harimau mencengkeram leher mangsanya ini untuk melindungi harimau dari tanduk, dan kaki serta mencegah hewan mangsa dapat tegak kembali. Harimau lebih suka menggigit bagian belakang leher, sedekat mungkin dengan tengkorak, serta membunuh korban dengan cara mematahkan tulang belakang. Hewan mangsa biasanya diseret kedaerah yang bernaung, harimau mempertunjukkan kekuatan mereka saat menyeret mangsanya yang berat.
 Harimau dapat makan 18-40 kg daging mangsanya dalam sekali makan. Jika tidak hancur, ia kembali ketempat tersebut untuk makan sisa-sisa kecil. Mangsa yang besar ditangkap satu kali seminggu. Walaupun mempunyai keahlian berburu yang tinggi, harimau sering tidak berhasil. Berburu mangsa biasanya dilakukan secara individu tapi pernah juga kelihatan harimau berburu secara berkelompok.                                       .
Harimau pada dasarnya tidak memangsa manusia kecuali habitatnya terganggu, sudah tua, sakit-sakitan atau terluka. Beberapa korban timbul karena konfrontasi eksidental atau sebagai reaksi mempertahankan diri dan melihat tubuh manusia sebagai makanan sehingga manusia menjadi target karena dianggap hewan mangsa yang mudah ditangkap. Harimau yang memangsa manusia mungkin mengajarkan kepada anaknya bahwa manusia adalah mangsa. Tetapi kematian atau luka yang disebabkan oleh harimau atau harimau yang melindungi anaknya tidak selamanya menjadi petunjuk bahwa harimau pemakan manusia.
Harimau sumatera jantan beratnya berkisar 100-140 kg, panjang diukur dari kaki belakang dan depan 2,20 – 2,55 m, panjang tengkorak 295 – 335 mm. Sedangkan betina beratnya 75-100 kg, panjangnya 2,15-2,30 m, dan panjang tengkorak 265 – 294 mm.                                               
Musim kawin harimau sepanjang tahun, tetapi sebagian besar terjadi di akhir bulan november sampai awal april. Harimau mengalami estrus selama rata-rata tujuh hari, dengan siklus 15-20 hari. Satu kelompok harimau rata-rata berjumlah 2,98 ekor. Satu ekor betina biasanya diikuti oleh 2-3 ekor anaknya, sampai anak tersebut berumur 18-24 bulan, baik jantan maupun betina. Kematian anak harimau dapat disebabkan oleh kehilangan kelompok, kebakaran, banjir, atau pembunuh anak                                                                                                                                                                          
Harimau betina memasuki masa reproduksi pertama pada umur 3,4 tahun, sedangkan harimau jantan pada umur 4,8 tahun. Interval antar kelahiran 20-24 bulan tetapi dalam kasus dimana anak hilang pada dua minggu pertama, interval antar kelahiran adalah hanya 8 bulan. Sedangkan terakhir ber reproduksi pada umur 14 tahun. Harimau dapat hidup sampai berumur 26 tahun.                                                                          
PENYEBARAN HARIMAU                                                          
 Harimau dapat hidup di berbagai tipe habitat mulai dari hutan tropis yang selalu hijau dan yang menggugurkan daun di bagian selatan asia, sampai ke daerah konifer, semak oak, dan daerah berkayu di Siberia. Harimau juga dapat hidup dengan baik di hutan mangrove sundarbans, hutan berduri yang kering di bagian barat laut India, dan hutan rumput yang tinggi di kaki pegunungan Himalaya. Harimau juga ditemukan di lembah Himalaya, dan jejaknya pernah ditemukan pada musim dingin di atas salju pada ketinggian 3000m.
Distribusi geografik harimau di Asia mulai dari Timur Turki, ke laut Okhotsk. Tetapi daerah penyebaran ini semakin berkurang seiring dengan waktu. Saat ini harimau hanya hidup dalam populasi yang terpencar-pencar mulai dari India sampai Vietnam, dan di Sumatera China, dan Rusia sepanjang Timur.






Buaya Muara
Leistenkrokodil.jpgBuya Muara (Crocodylus porosus)
kingdom          : Animalia
Filum               : Chordata
Kelas               : Sauropsida
Ordo                : Crocodilia
Famili              : Crocodylidae
Genus              : Crocodylus
Spesies            :   Crocodylus porosus)
Buaya muara atau buaya bekatak (Crocodylus porosus) adalah sejenis buaya yang terutama hidup di sungai-sungai dan di laut dekat muara. Daerah penyebarannya dapat ditemukan di seluruh perairan Indonesia.
Memiliki cirri-ciri :
·         Moncong spesies ini cukup lebar
·         tidak punya sisik lebar pada tengkuknya.
·         panjang tubuh termasuk ekor bisa mencapai 12 meter
·         sisik belakang kepalanya yang kecil atau tidak ada,
·         sisik dorsalnya bertunas pendek berjumlah 16 - 17 baris dari depan dan ke belakang biasanya 6 - 8 baris.
·         Mereka memiliki warna yang bervariasi dari warna abu-abu hingga hijau tua terutama pada buaya dewasa,
·         buaya muda berwarna lebih kehijauan dengan bercak hitam dan belang pada ekornya.

Pejantan dapat tumbuh hingga 7 meter (23 kaki), namun sebagian besar adalah kurang dari 5 meter. Betina biasanya memiliki panjang kurang dari 4 meter dan dapat mulai bertelur dan membuat sarang sekitar 12 tahun. Maksimum jangka hidup tidak diketahui namun diperkirakan bahwa mereka dapat hidup setidaknya 70 sampai 100 tahun. Buaya jenis ini menempati habitat muara sungai, kadang dijumpai di laut lepas.
Makanan utamanya adalah ikan walaupun dapat menyerang manusia dan babi hutan yang mendekati sungai untuk minum. Persebaran buaya ini hampir di seluruh perairan Indonesia.
Buaya muara berkembang biak pada musim hujan (bulan Nov-Mar) dan membangun sarang yang sebagian besar dari tumbuh-tumbuhan dan gundukan tanah. Sarang biasanya terletak di rerumputan atau pinggir hutan di sepanjang sungai atau rawa air tawar. Di dalam sarang, tersimpan sekitar 5o telur dan inkubasi berlangsung antara 65 - 110 hari- Buaya betina biasanya yang menjaga sarang dengan seksama dan karenanya buaya tersebut menyembunyikan dalam kubangan terdekat. Suhu inkubasi menentukan jenis kelamin dari telur buaya yang ditetaskan,pada suhu sangat tinggi atau suhu rendah akan memproduksi buaya betina, dan suhu dari 31 - 32 derajat celciusakan menghasilkan buaya jantan. Dari telur - telur yang disimpan hanya sekitar 25% saja yang akan menetas.
Kambing Gunung
Klasifikasi Kambing :
Kingdom         : Animalia
Filum               : Chordota
Kelas               : Mamalia
Ordo                : Artiodactyla
Famili              : Bovidae
Sub Famili       : Caprinae
Genus              : Capra
Spesies            : Capra sp
Mereka dapat dijumpai pada wilayah yang memiliki tebing-tebing terjal, mulai dari Alaska ke Amerika Serikat (Rocky Mountains), dan menyebar juga ke sebagian Asia tengah, termasuk India, binatang ini mampu menampilkan kemampuan memanjat yang melebihi hewan lain, dan juga melebihi manusia. Kambing gunung memiliki kuku terbelah dengan dua jari kaki yang dapat melebar untuk meningkatkan keseimbangan. Bantalan kasar di bagian bawah telapak kakinya, memberikan cengkeraman seperti sepatu mendaki alami. Kambing gunung kuat tetapi gesit dan dapat melompat hingga hampir 12 kaki (3,5 meter).
Kambing gunung memiliki jenggot khas dan panjang, bulu tebal, bagaikan mantel hangat untuk melindungi mereka dari suhu dingin dan menggigit angin pegunungan. Bulu tebal ini juga seperti jas putih yang mencitptakan kamuflase yang baik pada wilayah ketinggian yang bersalju.
Kambing betina menghabiskan sebagian besar kehidupan mereka dengan anak-anak mereka. Kambing jantan biasanya hidup menyendiri atau berkumpul hanya dengan satu atau dua kambing jantan lain. Pada musim semi, kambing betina melahirkan satu atau dua anak. Setelah dewasa tinggi mereka dapat mencapai 1 meter, atau setinggi pundak manusia dewasa.
http://cdn3.nonblok.com/sites/nonblok.com/files/i/inspirasi/Mountain-goat1.jpg              Kambing gunung di pegunungan Amerika Utara ini terkenal paling jago memanjat dinding-dinding gunung yang paling berbahaya. Kambing gunung itu dapat ditemui di habitatnya yang berada pada ketinggian hingga 13 ribu kaki (3962 meter dpl) di daerah pegunungan di Amerika Utara. Kambing-kambing tersebut memanjat tebing sepanjang hari untuk mencari makan. Tampaknya mereka jago mendaki lantaran pada kakinya terdapat kuku belah, masing-masing memiliki dua ruas kuku yang memberikan keseimbangan yang hebat. Itu sebabnya, kambing gunung ini dapat menantang setiap pendaki berpengalaman dan mungkin mampu lebih baik.
http://cdn3.nonblok.com/sites/nonblok.com/files/i/inspirasi/Mountain-goat2.jpgKemampuan hewan memamah biak itu mencapai ketinggian yang cukup, memberikan keuntungan tersendiri, yaitu terlindung dari kebanyakan predator. Di samping itu, bulu wol putih yang tebal bisa menyamarkannya ketika musim salju Jika kebetulan mengalami kesulitan, kambing gunung dapat melompat 12 kaki (3,6 m) dalam sekali lompatan, dan mencapai posisi yang aman. Coba lihat gambar di bawah ini agar Anda memahami kemampuan mereka memanjat.
Burung Unta (Ostrich)
Kingdom         : Animalia
Filum               : Chordota
Kelas               : Aves
Ordo                : Struthioniformes
Famili              : Struthionidae
Genus              : Struthio
Spesies            : Struthio camelus
Burung Unta (Ostrich) bukan sembarang burung. Tinggi badannya dapat mencapai 2,5 meter dengan berat 180 kg. Selain besar, Burung Unta juga memiliki daya tahan yang luar biasa. Burung ini bisa bertahan hidup pada suhu di atas 40 derajat Celcius hingga suhu 0 derajat Celcius. Umurnya juga terbilang panjang, bisa mencapai usia sekitar 50 tahun. Walau begitu, sekalipun Burung Unta sedemikian besar, pengeluaran untuk biaya makan Burung Unta hanya mencapai kira-kira US$ 75 setahun. Kesulitan umum satu-satunya dalam memelihara Burung Unta adalah masalah kandang. Diperlukan lahan yang cukup luas, dan berpagar. Masalahnya, sekali seekor Burung Unta lari keluar dari pagar, kamu perlu sebuah mobil untuk mengejar dan menangkapnya, karena Burung Unta dapat berlari hingga kecepatan 50 km/jam!
Burung unta, Struthio camelus, adalah besar burung terbang asli Afrika .. Ini adalah satu-satunya spesies yang hidup nya keluarga , dan perusahaan Struthionidae genus , Struthio Burung unta berbagi perintah Struthioniformes dengan kiwi , emu , dan lainnya ratites Hal ini khas dalam penampilan, dengan leher panjang dan kaki dan kemampuan untuk dijalankan pada kecepatan maksimum sekitar 70 km / h (45 mph), tanah atas kecepatan burung apapun. [3] burung unta adalah spesies terbesar hidup dari burung dan meletakkan telur terbesar dari setiap burung yang hidup (punah burung gajah dari Madagaskar dan moa raksasa Selandia Baru bertelur lebih besar).
Diet dari burung unta terutama terdiri dari materi tanaman, meskipun juga makan serangga.. Itu hidup dalam kelompok-kelompok nomaden yang mengandung antara lima dan lima puluh burung.. Ketika terancam, burung unta baik akan menyembunyikan diri dengan berbaring rata di tanah, atau akan melarikan diri.. Jika terpojok, dapat menyerang dengan tendangan dari kaki kuat.. Perkawinan pola berbeda menurut wilayah geografis, tapi teritorial pria berjuang untuk harem dari 2-7 betina.
Burung unta adalah bertani di seluruh dunia, terutama untuk bulu-bulunya, yang juga dekoratif dan digunakan sebagai lap debu bulu . Kulitnya digunakan untuk kulit daging produk dan dipasarkan secara komersial.

Deskripsi

Burung unta biasanya berat 63-130 kilogram (140-290 pon), [4] [5] dengan burung unta jantan yang luar biasa yang beratnya mencapai 155 kilogram (340 lb).. Bulu-bulu laki-laki dewasa sebagian besar hitam, dengan putih primary dan ekor putih. . Namun, satu ekor subspesies adalah penggemar .. Perempuan dan laki-laki muda coklat keabu-abuan dan putih. . Kepala dan leher, baik laki-laki dan perempuan hampir telanjang burung unta, dengan lapisan tipis turun . Kulit leher dan paha perempuan adalah pink abu-abu, [6] sedangkan laki-laki berwarna biru-abu-abu, abu-abu atau pink tergantung pada subspesies.

Cakar pada sayap
Leher panjang dan kaki terus kepala 1,8-2,75 meter (6-9 kaki) di atas tanah, dan mata mereka dikatakan terbesar tanah vertebrata - 50 milimeter (2,0 in) dengan diameter; [7] mereka bisa Oleh karena itu melihat predator dari jarak jauh. Mata adalah naungan dari cahaya matahari jatuh dari atas. [8] [9]
Kulit mereka berwarna bervariasi tergantung pada sub-spesies.. Laki-laki Tarsus memiliki tanduk pelat merah, sedangkan betina berwarna hitam. [5] The kaki kuat dari burung unta, seperti burung lain,
Burung itu baru saja dua jari pada setiap kaki (burung paling memiliki empat), dengan kuku pada yang lebih besar, kaki batin yang menyerupai kuku .. Ujung luar tidak memiliki paku. [10] The berkurangnya jumlah jari kaki adalah adaptasi yang muncul untuk membantu dalam menjalankan. Sayap mencapai rentang sekitar 2 meter (6 kaki 7) [11] dan digunakan dalam menampilkan perkawinan dan anak ayam naungan Bulu-bulu kecil tidak memiliki kaitan kunci bersama bulu-bulu halus eksternal burung terbang, dan begitu juga lembut dan halus dan berfungsi sebagai isolasi..
 Mereka memiliki 50-60 bulu ekor, dan sayap mereka memiliki 16 utama, empat alular dan 20-23 bulu sekunder. [5] burung unta itu tulang dada yang datar, kurang dari lunas yang melampirkan otot sayap burung terbang. [12] The paruh datar dan luas, dengan ujung bulat. [4] Seperti semua ratites , burung unta tidak memiliki tanaman, [13] dan juga tidak memiliki kandung empedu . [14] Mereka memiliki tiga perut, dan usus buntu adalah 28 inci (71 cm ) lama.. Tidak seperti semua burung hidup lainnya, burung unta mengeluarkan urin dari kotoran dan terpisah juga memiliki kandung kemih. [ rujukan? ] Mereka juga memiliki unik tulang kemaluan yang fusi terus usus mereka.. Tidak seperti kebanyakan burung jantan memiliki organ sanggama, yang ditarik dan 8 inci (20 cm) lama. Mereka langit-langit berbeda dari ratites lain, bahwa sphenoid dan palatal tulang yang tidak berhubungan. [5]
Pada saat jatuh tempo seksual (2-4 tahun), burung unta jantan dapat 1,8-2,8 meter (5 ft 11 di sampai 9 ft 2 in) tinggi, [5] sedangkan burung unta betina berkisar 1,7-2 meter (5 kaki 7 untuk 6 ft 7 in). Selama tahun pertama kehidupan, anak ayam tumbuh sekitar 25 cm (10 in) per bulan. Pada usia satu tahun, burung unta berat sekitar 45 kilogram (100 jangka hidup mereka sampai 40-45 tahun. Sebuah burung unta betina telur dapat menentukan sendiri antara lain di sarang komunal.

Taksonomi

Burung unta awalnya digambarkan oleh Linnaeus di abad ke-18 karyanya, Systema Naturae bawah sekarang nama binomial . [15] Its nama ilmiah berasal dari bahasa Latin , struthio berarti "burung unta" dan camelus berarti "unta", mengacu pada habitat kering . [16]
Burung unta milik Struthioniformes urutan dari ratites . Anggota lainnya termasuk rheas , emu , kasuari dan burung terbesar yang pernah, sekarang-punah Gajah Burung (Aepyornis. Namun demikian, klasifikasi dari ratites sebagai perintah tunggal selalu mempertanyakan, dengan klasifikasi alternatif membatasi Struthioniformes garis keturunan burung unta dan mengangkat kelompok lain.. Saat ini, bukti molekul [samar rujukan? ] sementara paleobiogeographical dan paleontologis pertimbangan yang sedikit berpihak pada pengaturan multi-order.
Bongo (kijang)
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan          : Animalia
Filum               : Chordata
Subphylum      : Vertebrata
Kelas               : Mamalia
Order               : Artiodactyla
Keluarga          : Bovidae
Subfamily        : Bovinae
Genus              : Tragelaphus
Spesies            : Tragelaphus eurycerus
The bongo barat atau dataran rendah, eurycerus Tragelaphus eurycerus, adalah, sebagian besar hutan malam herbivora hewan berkuku dan di antara yang terbesar dari spesies antelop hutan Afrika.
Bongos ditandai oleh mantel coklat kemerahan mencolok, tanda berwarna hitam dan putih, garis-garis putih-kuning dan tanduk agak panjang berputar. Memang, bongos adalah satu-satunya Tragelaphid di mana kedua jenis kelamin memiliki tanduk. Bongos memiliki interaksi sosial yang kompleks dan ditemukan di Afrika mosaik hutan lebat.
The bongo dataran rendah menghadapi penurunan populasi yang sedang berlangsung dan Antelope Specialist Group IUCN menganggap bongo barat atau dataran rendah, T. eurycerus eurycerus, akan Hampir terancam pada skala status konservasi.
The bongo timur atau gunung, T. eurycerus isaaci, Kenya memiliki lapisan bahkan lebih hidup daripada T. eurycerus eurycerus. Bongo gunung itu hanya ditemukan di alam liar di satu wilayah terpencil di Kenya tengah. Bongo gunung itu diklasifikasikan oleh IUCN Spesialis Antelope Group sebagai sangat terancam punah dengan spesimen lebih di penangkaran daripada di alam liar.
Pada tahun 2000, Asosiasi Kebun Binatang dan akuarium (aza) bongo upgrade ke Species Survival Plan (SSP) Peserta dan pada tahun 2006 bernama Pemulihan Bongo untuk Gunung Kenya Proyek untuk daftar dari Top Ten Konservasi Satwa Liar Kisah Sukses tahun.
Taksonomi  bongo itu milik Tragelaphus genus, yang meliputi sitatunga (Tragelaphus spekeii), yang Nyala Tragelaphus (angasii), yang Rusa jantan (scriptus Tragelaphus), yang Nyala gunung (Tragelaphus buxtoni), kudu Kecil (Tragelaphus imberbis) dan kudu lebih besar (Tragelaphus strepsiceros).
Bongos diklasifikasikan atas dua subspesies: eurycerus eurycerus Tragelaphus, dataran rendah atau "bongo barat", dan isaaci Tragelaphus jauh jarang eurycerus, gunung atau "bongo timur" Pembatasan ke Afrika Tengah utara-timur. The bongo timur lebih besar dan lebih berat daripada bongo barat. Dua subspesies lainnya dijelaskan dari Barat dan Afrika Tengah, tetapi klarifikasi taksonomi diperlukan. Mereka telah diamati untuk hidup sampai dengan 19 tahun. [3]
Nama ilmiah eurycerus Tragelaphus diperoleh dari kata Yunani: "Tragelaphus" berasal dari kata Yunani "trago" (ia-kambing), dan "elaphos" (rusa), dalam kombinasi mengacu pada "antelop". Kata "eurycerus" berasal dari fusi dari "eurus" (luas, meluas) dan "keras" (tanduk hewan). "Bongo" berasal dari nama asli Afrika Barat.
Bongos adalah salah satu yang terbesar dari antelop hutan. Selain warna kastanye mendalam mantel mereka, mereka memiliki garis-garis putih terang pada sisi mereka untuk membantu kamuflase mereka dari musuh-musuh mereka.
Kehamilan adalah sekitar 285 hari (9,5 bulan) dengan satu muda per kelahiran dengan sapih pada usia 6 bulan. Kematangan seksual dicapai pada bulan 24-27.
Orang dewasa dari kedua jenis kelamin yang sama dalam ukuran. Dewasa ketinggian sekitar 1,1-1,3 meter (3 kaki 8 di-4 ft 3 in) dan panjangnya 1,7-2,5 meter (5 ft 8 in-8 ft 3 in). Wanita beratnya sekitar 210-235 kg (460-520 lb), sedangkan laki-laki beratnya sekitar 240-405 kg (530-895 lb). Its menempatkan ukuran besar sebagai ketiga terbesar di suku Bovidae dari Strepsicerotini; belakang baik umum dan Greater Eland dengan dua ratus kilogram, dan di atas kudu lebih besar dengan dua ratus kilogram.
Kedua jenis kelamin memiliki berat spiral-tanduk orang-orang laki-laki lebih panjang dan lebih besar. Semua bongos di penangkaran berasal dari Pegunungan Aberdare terisolasi Kenya pusat.
Habitat
Bongos ditemukan di hutan-hutan tropis yang lebat dengan semak-semak lebat hingga ketinggian 4.000 meter (12.800 kaki) di Afrika Tengah, dengan populasi yang terisolir di Kenya, dan negara-negara Afrika barat berikut: -
Sebuah minuman bongo dari rawa.
Angola, Benin [punah regional],? Burkina Faso, Kamerun, Republik Afrika Tengah, Kongo, The Republik Demokratik Kongo, Pantai Gading, Equatorial Guinea, Ethiopia, Gabon, Ghana, Guinea, Guinea-Bissau, Kenya (satu-satunya tempat bongo timur ditemukan di alam liar), Liberia, Mali, Niger, Sierra Leone Sudan, Togo [regional punah] dan Uganda
Secara historis, bongos terjadi di tiga bagian terpisah dari Afrika: Timur, Tengah dan Barat. Hari ini semua tiga rentang populasi 'telah menyusut dalam ukuran karena hilangnya habitat untuk pertanian dan pemotongan kayu yang tidak terkendali serta berburu untuk daging.
Bongos mendukung terganggu mosaik hutan yang menyediakan segar, hijau vegetasi tingkat rendah. habitat tersebut dapat dipromosikan dengan menyusuri berat oleh gajah, kebakaran, banjir, penebangan pohon (alam atau dengan login) dan fallowing. Massa bambu mati-off memberikan habitat yang ideal di Afrika Timur.
Olahraga bongo sebuah cokelat kemerahan atau cokelat terang mantel, dengan leher, dada dan kaki umumnya lebih gelap daripada bagian tubuh lainnya. Lapis bongos laki-laki menjadi lebih gelap dan buffy dengan bertambahnya usia mereka sampai mereka mencapai warna mahoni-coklat tua. Lapis bongos perempuan biasanya lebih berwarna cerah daripada laki-laki.
Pigmentasi dalam mantel itu menular ke cukup mudah - ada laporan-laporan anekdotal bahwa hujan lari bongo mungkin akan berwarna merah dengan pigmen. Lapisan halus ditandai dengan garis-garis putih 10-15 kuning vertikal, menyebar di sepanjang punggung dari pangkal leher ke pantat. Jumlah garis pada setiap sisi jarang sama. Hal ini juga memiliki punggung, pendek coklat kasar dan vertikal rambut sepanjang tulang belakang dari bahu ke pantat; garis-garis putih berjalan ke punggungan ini.
Sebuah chevron putih muncul antara mata dan dua titik putih besar rahmat pipi masing-masing. Ada lain chevron putih dimana leher memenuhi dada. Telinga besar untuk mempertajam pendengaran, dan pewarnaan yang khas dapat membantu bongos mengidentifikasi satu sama lain dalam habitat hutan gelap mereka. Bongos tidak memiliki kelenjar sekresi khusus dan kurang bergantung pada aroma untuk menemukan satu sama lain daripada antelop serupa lainnya. Bibir dari sebuah bongo berwarna putih, diatapi dengan moncong hitam.
Tanduk barat
Bongos memiliki dua tanduk berat dan sedikit berputar bahwa lereng di atas punggung mereka dan seperti di banyak spesies antelop lainnya, baik bongos pria dan wanita memiliki tanduk. Bongos adalah Tragelaphids-satunya di mana kedua jenis kelamin memiliki tanduk. Tanduk bongos adalah dalam bentuk kecapi dan memiliki kemiripan kepada mereka dari spesies antelop terkait nyalas, sitatungas, bushbucks, Kudus dan elands.
Tidak seperti rusa, yang memiliki tanduk bercabang bahwa mereka menumpahkan setiap tahun, bongos dan antelop lainnya telah menunjuk tanduk bahwa mereka tetap sepanjang umur mereka. Jantan memiliki tanduk backswept besar sementara perempuan memiliki lebih kecil, klakson paralel tipis dan banyak lagi. Ukuran tanduk berkisar antara 75 dan 99 sentimeter (30-39 "). The tanduk twist sekali.
Seperti semua tanduk lain antelop, inti dari sebuah tanduk bongo adalah cekung dan lapisan luar dari tanduk itu terbuat dari keratin, bahan yang sama yang membentuk kuku manusia, kuku dan rambut. bongo ini berjalan dengan anggun dan dengan kecepatan penuh melalui bahkan kusut tebal dari lianas, petelur tanduk berat berputar pada punggungnya sehingga sikat tidak dapat menghalangi penerbangan. Bongos diburu untuk klakson oleh manusia. [
Sosial dan perilaku organisasi  Bongo timur ini perempuan menyajikan bagian belakangnya sementara mencari di bahu untuk memeriksa ancaman di Mt. Kenya Wildlife Nature Conservancy.
Seperti hutan lainnya ungulates, bongos jarang terlihat dalam kelompok besar. Laki-laki, disebut sapi jantan, cenderung untuk menyendiri sedangkan kelompok dari perempuan dengan anak muda tinggal dalam kelompok yang terdiri 6-8. Bongos telah jarang terlihat dalam kawanan lebih dari 20. Habitat yang disukai spesies ini sangat padat dan sulit untuk beroperasi di Eropa atau Amerika diamati beberapa spesies ini hingga tahun 1960-an. binatang yang hidup saat ini hanya berasal dari Kenya impor yang dilakukan selama periode 1969-1978.
Sebagai laki-laki muda dewasa dan meninggalkan ibu mereka, mereka kelompok yang paling sering tetap soliter, meskipun jarang mereka bergabung-up dengan laki-laki yang lebih tua. laki-laki dewasa dengan ukuran yang sama / usia cenderung menghindari satu sama lain. Kadang-kadang mereka bertemu dan bertengkar dengan tanduk mereka secara ritualised dan perkelahian jarang serius akan terjadi. Namun, perkelahian seperti biasanya dianjurkan oleh tampilan visual, di mana jantan tonjolan leher mereka, memutar mata mereka dan memegang tanduk mereka dalam posisi vertikal sambil perlahan-lahan mondar-mandir di depan laki lain. Mereka mencari perempuan hanya selama waktu kawin [6] Ketika mereka dengan kawanan betina., Laki-laki tidak memaksa mereka atau mencoba untuk membatasi gerakan mereka seperti yang dilakukan beberapa antelop lainnya.
Meskipun sebagian besar malam hari, mereka kadang-kadang aktif di siang hari. Namun, seperti rusa, sangat mungkin bahwa bongos mungkin menunjukkan perilaku kusam. [Rujukan?] Bongos keduanya pemalu dan mudah takut; setelah menakut-nakuti bongo bergerak menjauh dengan kecepatan yang cukup, bahkan melalui semak lebat. Mereka mencari penutup, di mana mereka berdiri diam dan waspada, menghadap jauh dari gangguan dan memutar kepala mereka dari waktu ke waktu untuk memeriksa situasi [7] kaki belakang yang bongo's kurang menonjol daripada forequarters., Dan dari posisi ini hewan dapat cepat melarikan diri.
Ketika dalam marabahaya bongo yang memancarkan sebuah mengembik. Ini menggunakan sejumlah terbatas vokalisasi, sebagian besar menggeram dan mendengus sementara perempuan memiliki melenguh kontak lemah-panggilan untuk anak-anak mereka. Wanita lebih suka menggunakan alasan melahirkan tradisional terbatas pada wilayah tertentu, sementara betis bayi terletak pada bersembunyi selama seminggu atau lebih, menerima kunjungan singkat oleh ibu menyusui. [8]
Anak-anak sapi tumbuh dengan cepat dan segera dapat menemani ibu mereka di pembibitan ternak. tanduk mereka tumbuh pesat dan mulai menunjukkan dalam 3,5 bulan. Mereka disapih setelah enam bulan dan mencapai kematangan seksual pada sekitar 20 bulan.
Diet
Seperti banyak hutan ungulates bongos adalah browser herbivora dan makan pohon / daun semak, semak-semak, anggur, kulit dan empulur pohon membusuk, rumput / tumbuh-tumbuhan, akar, sereal, semak dan buah-buahan.
Bongos membutuhkan garam dalam diet mereka, dan dikenal secara teratur mengunjungi menjilat garam alami. Pemeriksaan tinja bongo mengungkapkan bahwa arang dari pohon-pohon terbakar oleh petir dikonsumsi. Mereka telah dikenal untuk makan membakar kayu setelah badai petir. Perilaku ini diyakini merupakan alat untuk mendapatkan garam dan mineral dalam diet mereka (Lihat Animal Diversity link 2). Perilaku ini juga telah dilaporkan di Okapi tersebut. Kesamaan lain untuk Okapi, meskipun bongo yang tidak berhubungan, adalah bahwa bongo memiliki lidah yg dpt memegang panjang yang ia gunakan untuk menangkap rumput dan daun.
Cocok untuk bongos habitat harus memiliki air tetap tersedia. [9] Sebuah hewan besar, bongo membutuhkan jumlah makanan yang cukup, dan terbatas pada daerah dengan pertumbuhan sepanjang tahun berlimpah tumbuhan dan semak-semak rendah. pembatasan tersebut telah dikatakan bertanggungjawab terhadap distribusi terbatas binatang itu. [rujukan?]
Populasi dan konservasi
Bongos rentan terhadap penyakit seperti rinderpest, yang hampir memusnahkan spesies tahun 1890-an. The eurycerus tragelaphus menderita gondok. Selama perjalanan penyakit ini, kelenjar thyroid sangat memperbesar (hingga 10 x 20 cm) dan mungkin menjadi polikistik. Patogenesis gondok di bongo dapat mencerminkan kecenderungan genetik campuran digabungkan dengan faktor lingkungan, termasuk masa pajanan terhadap goitrogen sebuah [10] Macan tutul., Melihat hyena, singa, dan manusia memangsa mereka untuk bulu mereka, tanduk dan daging; ular kadang-kadang makan sapi bongo [11] Bongo populasi telah sangat berkurang dengan berburu, perburuan dan penangkapan hewan,. walaupun beberapa pengungsi bongo ada.
Meskipun bongos cukup mudah bagi manusia untuk menangkap melalui jerat, ada hal yang menarik bahwa banyak orang asli ke habitat bongos percaya bahwa jika mereka makan atau menyentuh bongo mereka akan kejang mirip dengan serangan epilepsi. Karena kepercayaan ini, bongos kurang dirugikan dalam rentang asli mereka dari yang diharapkan. Namun, tabu dikatakan tidak lagi ada dan yang mungkin account untuk berburu manusia meningkat dalam beberapa kali.
Konservasi
Dalam beberapa dekade terakhir telah terjadi penurunan cepat dalam jumlah bongo gunung akibat perburuan liar dan tekanan manusia di habitat mereka, dengan kepunahan lokal melaporkan dalam Cherangani dan bukit Chepalungu, Kenya.
The Bongo Surveillance Program, bekerja bersama Kenya Wildlife Service, telah merekam foto di kawasan batu jilatan bongos terpencil di Hutan Aberdare menggunakan perangkap kamera, dan, dengan menganalisis DNA diekstraksi dari kotoran, telah mengkonfirmasi keberadaan bongo di Gunung Kenya, Eburru dan Mau hutan. Perkiraan program sesedikit 140 hewan tersisa di alam - yang tersebar di seluruh empat populasi yang terisolir. Sementara program penangkaran dapat dilihat sebagai telah berhasil dalam menjamin kelangsungan hidup spesies ini di Eropa dan Amerika Utara, situasi di alam liar telah kurang menjanjikan. Bukti yang ada dari bongo bertahan di Kenya. Namun, populasi ini diyakini kecil, terpecah-pecah dan rentan untuk punah.
Hewan populasi dengan keragaman genetik miskin secara inheren kurang mampu beradaptasi dengan perubahan lingkungan mereka (seperti perubahan iklim, wabah penyakit, perubahan habitat, dll). Isolasi dari empat populasi yang tersisa bongo kecil, yang diri mereka akan muncul menjadi menurun, berarti bahwa sejumlah besar bahan genetik yang hilang setiap generasi. Sementara penduduk tetap kecil, dampak transfer akan lebih besar, itu untuk alasan bahwa pembentukan rencana manajemen "metapopulation" terjadi bersamaan dengan inisiatif konservasi untuk meningkatkan pertumbuhan populasi in-situ dan mengapa inisiatif ini adalah baik mendesak dan mendasar bagi kelangsungan hidup masa depan bongo gunung di alam liar.
The bongo / barat dataran rendah menghadapi penurunan jumlah penduduk berkelanjutan sebagai perusakan habitat dan perburuan daging meningkatkan tekanan dengan ekspansi tanpa henti dari pemukiman manusia. Its kelangsungan hidup jangka panjang ini hanya akan terjamin di daerah-daerah yang menerima perlindungan aktif dan manajemen. Saat ini, bidang-bidang seperti terdiri dari sekitar 30.000 km ², dan beberapa di negara-negara di mana stabilitas politik yang rapuh. Oleh karena itu, ada kemungkinan realistis yang statusnya bisa menolak untuk terancam dalam waktu dekat.
Sebagai kijang hutan terbesar dan paling spektakuler, dan bongo / barat dataran rendah adalah suatu jenis kapal baik penting bagi kawasan lindung seperti taman nasional, dan spesies piala besar yang telah diambil dalam jumlah yang meningkat di Afrika Tengah oleh pemburu olahraga selama tahun 1990-an. [12] Kedua faktor ini insentif yang kuat untuk memberikan perlindungan yang efektif dan manajemen barat / bongo populasi dataran rendah.
Sebuah gunung merumput muda bongo.
Salah satu alasan yang sering dikutip untuk popularitas bongo sebagai target berburu berharga adalah perjalanan berburu yang sangat dipublikasikan diambil oleh Maurice Stans, seorang pejabat di kabinet Richard Nixon, untuk Uganda. Selama perjalanan, Stans membunuh dua bongos, dan setelah ini, keinginan mereka di antara pemburu kaya meningkat secara substansial. Berburu Trophy memiliki potensi untuk memberikan pembenaran ekonomi bagi kelestarian kawasan habitat bongo lebih besar dari taman nasional, khususnya di wilayah Afrika Tengah di mana kemungkinan untuk sukses secara komersial pariwisata sangat terbatas (Wilkie dan Carpenter 1999).
hidup ini / timur gunung bongo di alam bebas tergantung pada perlindungan yang lebih efektif dari sisa populasi yang masih hidup di Kenya. Jika hal ini tidak terjadi, pada akhirnya akan menjadi punah di alam liar. Keberadaan populasi penangkaran sehat subspesies ini menawarkan potensi untuk reintroduksi nya
Jumlah bongos gunung sebelah timur diselenggarakan di penangkaran di Amerika Utara saja mungkin sudah sama dengan atau melebihi jumlah yang tersisa di alam liar [siapa?].
mendukung konservasi kebun binatang bongo di Kenya
Empat betis bongo difoto di sini dengan "nanny." Semua akan dilepaskan ke alam liar di dekat Gunung Kenya. Pada tahun 2004 Taman Safari Woburn 'Dr Jake Veasey; Kepala Departemen Manajemen dan Konservasi Hewan di Taman Safari Woburn dan anggota Asosiasi Eropa Kebun binatang dan akuarium Penduduk Management Advisory Group, dengan bantuan Bank Lindsay mengambil alih tanggung jawab untuk pengelolaan dan koordinasi dari spesies yang terancam punah Eropa Program (EEP) untuk bongo timur. Ini termasuk sekitar 250 binatang di seluruh Eropa dan Timur Tengah.
Seiring dengan Giraffe Rothschild, yang bongo timur ini bisa dibilang salah satu mamalia besar yang paling terancam di Afrika dengan perkiraan baru-baru ini berjumlah kurang dari 140 hewan; bawah populasi yang layak minimum berkelanjutan. Situasi ini diperparah oleh kenyataan bahwa 140 atau sehingga hewan tersebar di empat populasi yang terisolir. Sementara EEP Bongo dapat dilihat sebagai telah berhasil dalam memastikan kelangsungan hidup spesies ini di Eropa, EEP belum menjadi aktif terlibat dalam konservasi dari spesies ini di alam liar dengan cara yang terkoordinasi. Rencana EEP untuk terlibat dalam kegiatan konservasi di Kenya untuk membantu membalikkan penurunan populasi bongo timur dan keanekaragaman genetik di Afrika, dan khususnya, menerapkan keahlian manajemen populasi untuk membantu menjamin keberlangsungan keanekaragaman genetik dalam populasi liar mulai bebas.
Bayi bongo timur di Louisville Zoo di Kentucky.
Untuk menggambarkan pentingnya hilangnya keanekaragaman genetik; berasumsi metapopulation ukuran rata-rata adalah 35 hewan didasarkan pada 140 hewan tersebar di empat populasi (140 / 4 = 35). Dengan asumsi populasi stabil, analisis menunjukkan bahwa populasi akan perdarahan 8% keanekaragaman genetik mereka setiap dekade. Dengan mengelola keempat populasi sebagai salah satu - melalui transfer strategis, gen-kerugian dikurangi dari 8% per dekade ke 2% per dekade, tanpa peningkatan dalam jumlah bongo di Kenya. Dengan mengelola penduduk Eropa dan Afrika sebagai satu - oleh ekspor strategis dari Eropa dikombinasikan dengan transfer in-situ, gen-rugi dikurangi menjadi 0,72% setiap 100 tahun dengan kedua populasi sisa stabil. Jika populasi di Kenya diizinkan untuk tumbuh melalui penerapan konservasi yang efektif, termasuk transfer strategis, gen-rugi secara efektif dapat dihentikan dalam spesies ini dan masa depan dijamin di alam liar.
Maleo Senkawor
Litograf Maleo Senkawor dari "Lloyd's 
Natural History of Game Birds" karya by W. R. Ogilvie-Grant, 
diterbitkan tahun 1896.Kerajaan          : Animalia
Filum               : Chordata
Subphylum      : Vertebrata
Kelas               : Aves
Ordo                : Galliformes
Famili              : Megapodiidae
Genus              : Macrocephalon
Spesies            : Macrocephalon maleo
Maleo Senkawor atau Maleo, yang dalam nama ilmiahnya Macrocephalon maleo adalah sejenis burung gosong berukuran sedang, dengan panjang sekitar 55cm, dan merupakan satu-satunya burung di dalam genus tunggal Macrocephalon. Yang unik dari maleo adalah, saat baru menetas anak burung maleo sudah bisa terbang.Ukuran telur burung maleo beratnya 240 gram hingga 270 gram per butirnya, ukuran rata-rata 11 cm, dan perbandingannya sekitar 5 hingga 8 kali lipat dari ukuran telur ayam. Namun saat ini mulai terancam punah karena habitat yang semakin sempit dan telur-telurnya yang diambil oleh manusia. Diperkirakan jumlahnya kurang dari 10.000 ekor saat ini.
Ciri-Ciri
http://www.indosiar.com/images/news/horison/a_060913_maleo02.jpgBurung ini memiliki bulu berwarna hitam, kulit sekitar mata berwarna kuning, iris mata merah kecoklatan, kaki abu-abu, paruh jingga dan bulu sisi bawah berwarna merah-muda keputihan. Di atas kepalanya terdapat tanduk atau jambul keras berwarna hitam. Jantan dan betina serupa Biasanya betina berukuran lebih kecil dan berwarna lebih kelam dibanding burung jantan.
Populasi
http://www.indosiar.com/images/v09/ragam/a_060913_maleo04.jpgTidak semua tempat di Sulawesi bisa ditemukan maleo. Sejauh ini, ladang peneluran hanya ditemukan di daerah yang memliki sejarah geologi yang berhubungan dengan lempeng pasifik atau Australasia.[1] Populasi hewan endemik Indonesia ini hanya ditemukan di hutan tropis dataran rendah pulau Sulawesi khususnya daerah Sulawesi Tengah, yakni di daearah Kabupaten Donggala (Desa Pakuli dan sekitarnya) dan Kabupaten Luwuk Banggai. Populasi maleo di Sulawesi mengalami penurunan sebesar 90% semenjak tahun 1950-an. Berdasarkan pantauan di Tanjung Matop,Tolitoli,Sulawesi Tengah, jumlah populasi dari maleo terus berkurang dari tahun ke tahun karena dikonsumsi dan juga telur-telur yang terus diburu oleh warga
Habitat
Maleo bersarang di daerah pasir yang terbuka, daerah sekitar pantai gunung berapi dan daerah-daerah yang hangat dari panas bumi untuk menetaskan telurnya yang berukuran besar, mencapai lima kali lebih besar dari telur ayam.[10] [5] Setelah menetas, anak Maleo menggali jalan keluar dari dalam tanah dan bersembunyi ke dalam hutan. Berbeda dengan anak unggas pada umumnya yang pada sayapnya masih berupa bulu-bulu halus, kemampuan sayap pada anak maleo sudah seperti unggas dewasa, sehingga ia bisa terbang, hal ini dikarenakan nutrisi yang terkandung didalam telur maleo lima kali lipat dari telur biasa, anak maleo harus mencari makan sendiri dan menghindari hewan pemangsa, seperti ular, kadal, kucing, babi hutan dan burung elang.
Makanan
Maleo Senkawor adalah monogami spesies. Pakan burung ini terdiri dari aneka biji-bijian, buah, semut, kumbang serta berbagai jenis hewan kecil.  
Predator
Predator yang sering ditemukan pada malam hari adalah ular, soa-soa atau biasa disebut biawak, kucing, anjing, babi, dan tikus.[13] Pada siang hari predatornya adalah elang dan manusia yang sering mengambil telurnya dan menggunakan jerat untuk menangkap satwa maleo. [13]
Bahasa Latin satwa yang masuk dalam bangsa Aves atau burung-burungan ini adalah Macrocephalon maleo. Tubuhnya kecil, tapi telurnya tiga kali lebih besar dari telur bebek. Beratnya 450 gram per butirnya.Burung Maleo adalah satwa endemik Sulawesi, artinya hanya bisa ditemukan hidup dan berkembang di Pulau Sulawesi . Populasi terbanyaknya kini tinggal di Sulawesi Tengah. Salah satunya adalah di cagar alam Saluki, Donggala, Sulawesi Tengah. Di wilayah enclave Taman Nasional Lore Lindu ini, populasinya ditaksir tinggal 320 ekor. Memprihatinkan, sebab jumlah populasi pada tahun 1970-an ditaksir tak kurang dari 1000 ekor. Populasi Maleo terancam oleh para pencuri telur dan pembuka lahan yang mengancam habitatnya. Belum lagi musuh alami yang memangsa telur Maleo, yakni babi hutan atau biawak.
Habitatnya yang khas juga mempercepat kepunahan. Maleo hanya bisa hidup di dekat pantai berpasir panas atau di pegununungan yang memiliki sumber mata air panas atau kondisi geothermal tertentu. Sebab di daerah dengan sumber panas bumi itu, Maleo mengubur telurnya dalam pasir hingga kedalaman 15 centimeter. Lalu telur itu dierami oleh panas bumi, karena Maleo tidak bisa mengerami sendiri.Sayang, pencuri telurnya merajalela. Di pasaran harga telur Maleo mencapai Rp 15 ribu per butir. Itulah yang membuat telurnya diburu pencuri. Untunglah Dinas Kehutanan Melalui Balai Taman Nasional Lore Lindu berhasil membuat penangkarannya,
burung ini adalah salah satu burung yang dilindungi," akunya.
 Upaya Melestarikan Burung Maleo
Burung Maleo atau Macrocephalon Maleo, merupakan burung endemik yang hanya bisa dijumpai di Kepulauan Sulawesi. Burung ini bisa ditemukan di hutan pegunungan dan hutan pantai, di Sulawesi Tengah. Sepintas penampilan burung ini biasa saja, selain jambul di kepalanya, burung ini mirip dengan ayam. Dari penampilannya, sulit dibedakan antara burung jantan dan betina.
http://www.indosiar.com/images/news/horison/a_060913_maleo03.jpgDaya tarik burung Maleo justru pada telurnya, yang ukurannya lima kali lebih besar dari telur ayam. Inilah yang menyebabkan telur burung Maleo banyak diburu orang. Sehingga kelestariannya terancam. Telur burung Maleo memang memiliki nilai ekonomis, yang lebih tinggi dibandingkan telur ayam, karena bentuknya yang lebih besar. Harganya di pasar gelap bisa mencapai 50 ribu rupiah per butir. Burung Maleo sebenarnya dapat bertelur dua kali dalam sebulan. Namun setiap bertelur, hanya satu telur yang dihasilkan.Sang induk meletakkan telurnya di dalam lubang yang berpasir, yang dekat dengan sumber air panas. Oleh karena itu, habitat asli burung ini berada di sekitar sumber air panas, yang tanahnya berpasir.
Dari hasil riset The Nature Conservancy, sebuah LSM internasional yang bergerak dalam konservasi lingkungan, dari sepuluh habitat burung Maleo di Taman Nasional Lore Lindu, Sulawesi Tengah, kini hanya tinggal 4 habitat saja. Sisanya telah rusak dan punah. Penyebab utama terancamnya kelestarian burung Maleo tidak hanya telurnya diambil manusia, tetapi juga ganggan dari predator alaminya, yakni biawak dan tikus hutan.
Selain itu, pembukaan lahan hutan untuk perkebunan, dan kebakaran hutan juga menjadi penyebab rusaknya habitat asli burung Maleo. Salah satu habitat burung Maleo yang masih dapat dijumpai di kawasan Sulawesi Tengah adalah di Saluki, kawasan Taman Nasional Lore Lindu.
Binturung
Binturung, Arctictis binturongKlasifikasi ilmiah:
Kerajaan          : Animalia;
Filum               : Chordata;
Kelas               : Mammalia;
Ordo                : Carnivora;
Famili              : Viverridae;
Upafamili        : Paradoxurinae;
Genus              : Arctictis
Spesies            : Arctictis binturong.
Binturung (Arctictis binturong) adalah sejenis musang bertubuh besar, anggota suku Viverridae. Beberapa dialek Melayu menyebutnya binturong, menturung atau menturun. Dalam bahasa Inggris, hewan ini disebut Binturong, Malay Civet Cat, Asian Bearcat, Palawan Bearcat, atau secara ringkas Bearcat. Barangkali karena karnivora berbulu hitam lebat ini bertampang mirip beruang yang berekor panjang, sementara juga berkumis lebat dan panjang seperti kucing (bear: beruang; cat: kucing).

Deskripsi
Musang yang berekor besar panjang dan bertubuh besar. Panjang kepala dan tubuh antara 60 – 95 cm, ditambah ekornya antara 50 – 90 cm. Beratnya sekitar 6 – 14 kg, bahkan sampai 20 kg. Berambut panjang dan kasar, berwarna hitam seluruhnya atau kecoklatan, dengan taburan uban keputih-putihan atau kemerahan. Pada masing-masing ujung telinga terdapat seberkas rambut yang memanjang. Ekor berambut lebat dan panjang, terutama di bagian mendekati pangkal, sehingga terkesan gemuk. Ekor ini dapat digunakan untuk berpegangan pada dahan (prehensile tail), sebagai ‘kaki kelima’. Binturung betina memiliki pseudo-penis alias penis palsu, suatu organ khas yang langka ditemui.
Kebiasaan dan Persebaran
Sebagaimana umumnya musang, binturung terutama aktif di malam hari. Di atas pepohonan (arboreal) atau juga turun ke tanah (terestrial). Kadang-kadang ada juga yang bangun dan aktif di siang hari.
Meski termasuk bangsa Carnivora, yang artinya pemakan daging atau pemangsa, makanan binturung terutama adalah buah-buahan masak di hutan, misalnya jenis-jenis ara (Ficus spp.). Hewan ini juga memakan pucuk dan daun-daun tumbuhan, telur, dan hewan-hewan kecil semisal burung dan hewan pengerat.
Pandai memanjat dan melompat dari dahan ke dahan, binturung biasanya bergerak tanpa tergesa-gesa di atas pohon. Ekornya digunakan untuk keseimbangan, atau terkadang berpegangan manakala sedang meraih makanannya di ujung rerantingan. Cakarnya berkuku tajam dan melengkung, memungkinkannya untuk mencengkeram pepagan dengan kuat. Kaki belakangnya dapat diputar ke belakang untuk memegang batang pohon, sehingga binturung dapat turun dengan cepat dengan kepala lebih dulu.
Binturung mengeluarkan semacam bau, seperti umumnya musang, dari kelenjar di bawah pangkal ekornya. Bau ini digunakan untuk menandai wilayah kekuasaannya. Hewan betina melahirkan 2-6 anak, setelah mengandung selama kurang lebih 91 hari.
Binturung menyukai hutan-hutan primer dan sekunder, hanya kadang-kadang saja ditemukan di kebun di tepi hutan. Hewan ini menyebar luas mulai dari dataran tinggi Sikkim hingga ke Tiongkok selatan, Burma, Indochina, Semenanjung Malaya, Sumatra, Jawa, Kalimantan dan Palawan.
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/e1/DSC05941.JPG/250px-DSC05941.JPGKonservasi
Binturung muda dipelihara oleh Orang Asli di Taman Negara, Malaysia. Di desa-desa pinggiran hutan, binturung sering dipelihara sebagai hewan kesayangan (pet). Orang menangkapnya ketika hewan ini masih kecil dan membiasakannya dengan kehidupan manusia. Dengan pemeliharaan yang baik, binturung dapat mencapai usia 20 tahun dalam tangkaran.
Sejalan dengan berkembangnya perdagangan, binturung juga diperjual belikan di pasar-pasar burung di kota. Selain itu, yang lebih mengancam kelestarian populasinya di alam, binturung juga diburu untuk diambil kulitnya yang berbulu tebal, dan untuk dimanfaatkan bagian-bagian tubuhnya sebagai bahan obat tradisional (jamu).
Ancaman lain datang dari kerusakan lingkungan di hutan-hutan di wilayah tropis sebagai akibat pembalakan yang serampangan. Hancurnya hutan mengakibatkan rusaknya habitat binturung, sehingga populasinya di alam terus menurun. Kini binturung termasuk hewan yang dikhawatirkan kelestariannya, dan dilindungi oleh undang-undang.
http://alamendah.files.wordpress.com/2009/07/binturong_in_overloon.jpg?w=231&h=102&h=155Binturong atau Binturung yang dalam bahasa latin disebut Arctictis binturong adalah sejenis musang bertubuh besar. Musang yang mirip Beruang dan mulai diminati sebagai hewan peliharaan ini memiliki beberapa keunikan. Ekor Binturung dapat berfungsi sebagai kaki kelima guna berpegangan pada dahan. Dan pada Binturong betina memiliki organ khas berupa (maaf) penis palsu (pseudo-penis)
Dalam beberapa daerah binatang ini disebut sebagai Binturong, Binturung, Menturung atau Menturun. Dalam bahasa Inggris, hewan ini disebut Binturong, Malay Civet Cat, Asian Bearcat, Palawan Bearcat, atau secara ringkas Bearcat. Disebut  Bearcat mungkin dikarenakan karnivora berbulu hitam lebat ini bertampang mirip beruang yang berekor panjang, serta berkumis lebat dan panjang seperti kucing. Sedangkan di China binatang ini disebut Xiong-Li
Binturung (Arctictis binturong) tersebar mulai dari Bangladesh, Bhutan, Brunei Darussalam, Kamboja, Cina, India, Indonesia (Jawa bagian barat, Kalimantan, Sumatera), Laos, Malaysia, Myanmar, Nepal, Filipina (provinsi Palawan), Thailand, dan Vietnam. Di Indonesia binatang ini termasuk hewan yang dilindungi.
Ciri-ciri dan Tingkah Laku Binturong.
Binturung memiliki tubuh yang berukuran besar dan ekor yang besar dan panjang. Panjang tubuh Binturong antara 60 – 95 cm, sedangkan panjang ekornya antara 50 – 90 cm. Beratnya binatang sejenis Musang ini sekitar 6 – 14 kg, bahkan bisa mencapai 20 kg.
Binturong berambut panjang dan kasar yang berwarna hitam seluruhnya atau kecoklatan, dengan taburan uban keputih-putihan atau kemerahan. Pada masing-masing ujung telinga terdapat seberkas rambut yang memanjang. Ekor Binturung berambut lebat dan panjang, terutama di bagian mendekati pangkal, sehingga terkesan gemuk. Ekor ini dapat digunakan untuk berpegangan pada dahan sebagai ‘kaki kelima’. Yang unik, Binturung betina memiliki pseudo-penis alias penis palsu, suatu organ khas yang langka ditemui pada makhluk lainnya.
http://alamendah.files.wordpress.com/2010/01/binturong.jpg?w=270&h=203Binturong dijadikan hewan peliharaan
Binturung sebagaimana umumnya musang, merupakan binatang nokturnal yang aktif di malam hari. Walaupun lebih sering berada di atas pepohonan (arboreal) Binturong juga turun ke tanah (terestrial). Kadang-kadang ada juga yang bangun dan aktif di siang hari.
Sebagai bangsa karnivora, Binturung (Arctictis binturong) memakan telur, hewan-hewan kecil semacam burung dan hewan pengerat. Namun Binturung juga memakan buah-buahan dan dedaunan.
Binturung sangat pandai memanjat dan melompat dari dahan ke dahan, binatang sejenis musang ini biasanya bergerak tanpa tergesa-gesa di atas pohon. Ekornya digunakan untuk keseimbangan, atau terkadang berpegangan manakala sedang meraih makanannya di ujung rerantingan. Cakarnya berkuku tajam dan melengkung, memungkinkannya untuk mencengkeram pepagan dengan kuat. Kaki belakangnya dapat diputar ke belakang untuk memegang batang pohon, sehingga binturung dapat turun dengan cepat dengan kepala lebih dulu.
Seperti umumnya Musang, Binturung mengeluarkan semacam bau dari kelenjar di bawah pangkal ekornya. Bau ini digunakan untuk menandai wilayah kekuasaannya. Hewan betina melahirkan 2-6 anak, setelah mengandung selama kurang lebih 91 hari.
Konservasi Binturung. Populasi Binturong (Arctictis binturong) cenderung mengalami penurunan. Oleh IUCN Redlist binatang ini dimasukkan dalam status konservasi Vulnerable (VU; Rentan). Selain itu juga terdaftar dalam CITES Apendiks III. Binatang ini oleh pemerintah Indonesia termasuk salah satu satwa yang dilindungi.
Berkurangnya populasi Binturong disebabkan oleh perburuan dan hancurnya hutan sebagai akibat penggundulan hutan dan kebakaran hutan. Binturung diburu untuk diambil kulitnya yang berbulu tebal, dan untuk dimanfaatkan bagian-bagian tubuhnya sebagai bahan obat tradisional.
Dewasa ini mulai banyak orang yang memelihara Binturong sebagai hewan peliharaan layaknya kucing dan anjing. Binatang ini memang lucu sebagai hewan peliharaan tetapi saya yakin akan semakin ‘lucu’ jika Musang berkaki lima ini punah di alam liarnya.



Babirusa

Klasifikasi ilmiah
Kerajaan          : Animalia
Filum               : Chordata
Kelas               : Mammalia
Ordo                : Artiodactyla
Famili              : Suidae
Genus              : Babyrousa
 Spesies           : Babyrousa babyrussa
Babirusa merupakan hewan endemik Sulawesi, Indonesia. Babirusa yang dalam bahasa latin disebut sebagai Babyrousa babirussa hanya bisa dijumpai di Sulawesi dan pulau-pulau sekitarnya seperti pulau Togian, Sula, Buru, Malenge, dan Maluku. Sebagai hewan endemik, Babirusa tidak ditemukan di tempat lainnya. Sayangnya satwa endemik ini mulai langka.
Sang binatang endemik Babirusa, mempunyai tubuh yang meyerupai babi namun berukuran lebih kecil. Yang membedakan dari babi dan merupakan ciri khas babirusa mempunyai taring panjang yang mencuat menembus moncongnya. Lantaran bentuk tubuh dan taring yang dipunyainya hewan endemik Sulawesi ini dinamakan babirusa.
Seekor babirusa
Satwa endemik ini dalam bahasa inggris sering disebut sebagai Hairy Babirusa, Babiroussa, Babirusa, Buru Babirusa, ataupun Deer Hog. Sedangkan dalam bahasa ilmiah, babirusa yang endemik Sulawesi, Indonesia disebut sebagai Babyrousa babirussa dengan beberapa nama sinonim seperti Babyrousa alfurus (Lesson, 1827), Babyrousa babirousa (Jardine, 1836), Babyrousa babirusa (Guillemard, 1889), Babyrousa babirussa (Quoy & Gaimard, 1830), Babyrousa frosti (Thomas, 1920), Babyrousa indicus (Kerr, 1792), Babyrousa orientalis (Brisson, 1762), dan Babyrousa quadricornua (Perry, 1811).
Satwa yang terancam punah ini terdiri atas tiga subspesies yang masih bertahan hidup sampai sekarang yaitu; Babyrousa babyrussa babyrussa, Babyrousa babyrussa togeanensis, dan Babyrousa babyrussa celebensis serta satu subspesies yang diyakini telah punah yakni Babyrousa babyrussa bolabatuensis.
Ciri-ciri dan Perilaku Babirusa.
Babirusa mempunyai ciri khas bentuk tubuhnya yang menyerupai babi namun mempunyai taring panjang pada moncongnya. Hewan endemik Indonesia ini mempunyai tubuh sepanjang 85-105 cm. Tinggi babirusa sekitar 65-80 cm dengan berat tubuh sekitar 90-100 kg. Binatang endemik yang langka ini juga mempunyai ekor yang panjangnya sekitar 20-35 cm.
Babirusa (Babyrousa babirussa) memiliki kulit yang kasar berwarna keabu-abuan dan hampir tak berbulu.  Ciri yang paling menonjol dari binatang ini adalah taringnya.  Taring atas Babirusa tumbuh menembus moncongnya dan melengkung ke belakang ke arah mata. Taring ini berguna untuk melindungi mata hewan endemik Indonesia ini dari duri rotan.
Babirusa termasuk binatang yang bersifat menyendiri namun sering terlihat dalam kelompok-kelompok kecil dengan satu babirusa jantan yang paling kuat sebagai pemimpinnya.
Babirusa (Babyrousa babyrussa)
Babirusa mencari makan tidak menyuruk tanah seperti babi hutan, tapi memakan buah dan membelah kayu-kayu mati untuk mencari larva lebah.  Babirusa menyukai buah-buahan seperti mangga, jamur, dan dedaunan. Satwa langka endemik Indonesia ini suka berkubang dalam lumpur sehingga menyukai tempat-tempat yang dekat dengan sungai.
Babirusa betina hanya melahirkan sekali dalam setahun dengan jumlah bayi satu sampai dua ekor sekali melahirkan. Masa kehamilannya berkisar antara 125 hingga 150 hari. Selah melahirkan bayi babirusa akan disusui induknya selama satu bulan. Setelah itu akan mencari makanan sendiri di hutan bebas. Hewan endemik ini dapat bertahan hingga berumur 24 tahun.
Babirusa termasuk binatang yang pemalu dan selalu berusaha menghindar jika bertemu dengan manusia. Namun jika merasa terganggu, hewan endemik Sulawesi ini akan menjadi sangat buas.
Habitat, Populasi, Persebaran, dan Konservasi. Babirusa (Babyrousa babyrussa) tersebar di seluruh Sulawesi bagian utara, tengah, dan tenggara, serta pulau sekitar seperti Togian, Sula, Malenge, Buru., dan Maluku. Satwa langka endemik ini menyukai daerah-daerah pinggiran sungai atau kubangan lumpur di hutan dataran rendah.
Beberapa wilayah yang diduga masih menjadi habitat babirusa antara lain Taman Nasional Bogani Nani Wartabone dan Cagar Alam Panua. Sedangkan di Cagar Alam Tangkoko, dan Suaka Margasatwa Manembo-nembo satwa unik endemik Sulawesi ini mulai langka dan jarang ditemui. Populasinya hingga sekarang tidak diketahui dengan pasti. Namun berdasarkan persebarannya yang terbatas oleh IUCN Redlist satwa endemik ini didaftarkan dalam kategori konservasi Vulnerable (Rentan) sejak tahun 1986. Dan oleh CITES binatang langka dan dilindungi inipun didaftar dalam Apendiks I yang berarti tidak boleh diburu dan diperdagangkan. Berkurangnya populasi babirusa diakibatkan oleh perburuan untuk mengambil dagingnya yang dilakukan oleh masyrakat sekitar. Selain itu deforestasi hutan sebagai habitat utama hewan endemik ini dan jarangnya frekuensi kelahiran membuat satwa endemik ini semakin langka.
Babirusa (Babyrousa babyrussa) yang merupakan satwa endemik Sulawesi Indonesia tentunya tidak akan bisa ditemui di negara manapun selain di negeri kita. Jika kita masih tetap tidak peduli tentunya seluruh umat di bumi akan kehilangan. Biasanya, sesuatu baru terasa berharga jika sesuatu itu telah tidak ada. Akankah hal ini berlaku pada sang endemik Indonesia, babirusa? (Linnaeus, 1758) Sinonim: Babyrousa alfurus (Lesson, 1827), Babyrousa babirousa (Jardine, 1836), Babyrousa babirusa (Guillemard, 1889), Babyrousa babirussa (Quoy & Gaimard, 1830), Babyrousa frosti (Thomas, 1920), Babyrousa indicus (Kerr, 1792), Babyrousa orientalis (Brisson, 1762), dan Babyrousa quadricornua (Perry, 1811).

Singa

Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
P. leo
Singa (Sansekerta: Siha) atau dalam nama ilmiahnya Panthera leo adalah seekor hewan dari keluarga felidae atau genus kucing. Singa merupakan hewan yang hidup dalam kelompok. Biasanya terdiri dari seekor jantan dan banyak betina. Kelompok ini lantas menjaga daerah kekuasaannya. Berat Singa kurang lebih antara 150 kg (betina) dan 225kg (jantan). Umurnya antara 10 sampai 15 tahun di hutan. Tetapi jika dipelihara bisa sampai 20 tahun.
Singa (Panthera leo) adalah mamalia karnivor yang terangkum dalam keluarga Felidae. Digelar Raja Rimba, ia merupakan salah satu daripada empat jenis kucing besar dalam genus Panthera. Dengan jantannya yang sangat besar, melebihi 250 kilogram (550 paun) beratnya, hewan ini adalah kucing yang kedua terbesar selepas harimau.
Singa amat suka bergaul, berbanding dengan kucing-kucing yang lain. Sekawanan singa terdiri daripada sekawanan singa betina dan anak-anak berkait serta sebilangan kecil singa jantan dewasa. Kawanan singa ini sangat menjaga wilayahnya. Anak-anak singa jantan yang telah dewasa akan diusir. Singa betina lazimnya memburu secara berkumpulan,dan biasanya memburu ungulat-ungulat besar seperti kuda belang, kerbau, zirafah, badak air dan juga gajah muda. Singa adalah benar-benar pemangsa, walaupun haiwan ini juga mencari-cari makanan jika terdapat peluang. Sedangkan singa pada umumnya tidak memburu manusia, sesetengahnya diketahui menjadi pemakan manusia dan mencari-cari mangsa manusia.
Singa betina jauh lebih aktif dalam berburu, sedangkan Singa jantan lebih santai dan selalu bersikap menunggu dan meminta jatah dari hasil buruan para betinanya.
Singa jantan dipercaya lebih unggul dan perkasa dibandingkan dengan kucing-kucing besar lainnya,tetapi kelemahan singa ialah tidak bisa memanjat pohon sebagus kucing-kucing besar lainnya. Singa jantan di tumbuhi bulu tebal disekitar tengkuknya, hal ini lebih menguntungkan untuk melindungi tengkuknya, terutama dalam perkelahian bebas antara kucing besar, yang terkenal dengan selalu menerkam tengkuk untuk melumpuhkan musuhnya.
Kucing besar lainnya, seperti Cheetah dan Macan Tutul memiliki ukuran tubuh jauh lebih kecil dibanding Singa. Singa juga sama saja dengan Harimau, yang walaupun berasal dari keluarga yang sama, Singa suka untuk berenang, berbeda dengan kucing yang takut dengan air, apalagi berenang.

Habitat

Dahulu, Singa hidup di seluruh Afrika, Eropa, Timur Tengah dan anak benua India. Tetapi sekarang habitatnya hanya di sebagian kecil anak benua India dan Afrika. Itu terjadi karena perburuan liar yang ingin mengambil kulitnya.
Habitat singa.
framesSinga-singa lazimnya menghuni di savana dan di padang rumput, walaupun haiwan ini juga menghuni di belukar dan hutan.
Singa-singa liar kini wujud di Asia dan kawasan sub-Sahara di Afrika, dengan saki-baki yang sangat terancam terdapat di kawasan-kawasan barat laut India. Singa-singa telahpun lama pupus di benua Afrika Utara, Timur Tengah, dan Asia Barat sejak dari awal-awal lagi. Sehingga akhir zaman Pleistosen (kira-kira 10,000 tahun dahulu), singa adalah mamalia daratan besar yang paling banyak, selain daripada manusia. Ketika itu, singa-singa boleh ditemui di kebanyakan kawasan Afrika serta juga di kebanyakan Eurasia dari Eropah barat sehingga ke India, selain daripada di kawasan jambatan darat Bering dan di Amerika dari Yukon hingga ke Peru. Singa merupakan antara haiwan "wajib" di zoo.
Anoa adalah hewan khas Sulawesi. Ada dua spesies anoa yaitu: Anoa Pegunungan (Bubalus quarlesi) dan Anoa Dataran Rendah (Bubalus depressicornis). Keduanya tinggal dalam hutan yang tidak dijamah manusia. Penampilan mereka mirip dengan rusa dan memiliki berat 150-300 kg. Anak anoa akan dilahirkan sekali setahun.
Kedua spesies tersebut dapat ditemukan di Sulawesi, Indonesia. Sejak tahun 1960-an berada dalam status terancam punah. Diperkirakan saat ini terdapat kurang dari 5000 ekor yang masih bertahan hidup. Anoa sering diburu untuk diambil kulitnya, tanduknya dan dagingnya.
Anoa Pegunungan juga dikenal dengan nama Mountain Anoa, Anoa de Montana, Anoa de Quarle, Anoa des Montagnes, dan Quarle's Anoa. Sedangkan Anoa Dataran Rendah juga dikenal dengan nama Lowland Anoa, Anoa de Ilanura, atau Anoa des Plaines.



Anoa
Klasifikasi ilmiah:
Kerajaan          : Animalia,
Filum               : Chordata,
Kelas               : Mamalia,
Ordo                : Artiodactyla,
Famili              : Bovidae,
Upafamili        : Bovinae,
Genus              : Bubalus,
Spesies            : Bubalus quarlesi
Anoa (Bubalus depressicornis) Anoa secara umum berbentuk menyerupai kerbau dengan tubuh berwarna coklat kehitam-hitaman. Anoa hidupnya berpindah-pindah tempat dan apabila menjumpai musuhnya anoa akan mempertahankan diri dengan mencebur ke rawa-rawa dan apabila terpaksa akan melawan dengan menggunakan tanduknya. Habitatnya di hutan tropika dataran, savanna, kadang-kadang dijumpai di rawa-rawa dan di wilayah Sulawesi bagian Utara.

Anoa Satwa Endemik Sulawesi

Anoa adalah satwa endemik pulau Sulawesi, Indonesia. Anoa juga menjadi fauna identitas provinsi Sulawesi Tenggara. Satwa langka dan dilindungi ini terdiri atas dua spesies (jenis) yaitu: anoa pegunungan (Bubalus quarlesi) dan anoa dataran rendah (Bubalus depressicornis). Kedua satwa ini tinggal dalam hutan yang jarang dijamah manusia. Kedua spesies anoa tersebut hanya dapat ditemukan di Sulawesi, Indonesia. Diperkirakan saat ini terdapat kurang dari 5000 ekor yang masih bertahan hidup. Anoa sering diburu untuk diambil kulitnya, tanduknya dan dagingnya.
Baik Anoa Pegunungan (Bubalus quarlesi) maupun Anoa Dataran Rendah (Bubalus depressicornis) sejak tahun 1986 oleh IUCN Redlist dikategorikan dalam binatang dengan status konservasi “Terancam Punah” (Endangered; EN) atau tiga tingkat di bawah status “Punah”.
Secara umum, anoa mempunyai warna kulit mirip kerbau, tanduknya lurus ke belakang serta meruncing dan agak memipih. Hidupnya berpindah-pindah tempat dan apabila menjumpai musuhnya anoa akan mempertahankan diri dengan mencebur ke rawa-rawa atau apabila terpaksa akan melawan dengan menggunakan tanduknya.
Anoa Dataran Rendah (Bubalus depressicornis) sering disebut sebagai Kerbau kecil, karena Anoa memang mirip kerbau, tetapi pendek serta lebih kecil ukurannya, kira-kira sebesar kambing. Spesies bernama latin Bubalus depressicornis ini disebut sebagai Lowland Anoa, Anoa de Ilanura, atau Anoa des Plaines. Anoa yang menjadi fauna identitas provinsi Sulawesi tenggara ini lebih sulit ditemukan dibandingkan anoa pegunungan.
Anoa dataran rendah (Bubalus depressicornis)
Anoa dataran rendah (Bubalus depressicornis) mempunyai ukuran tubuh yang relatif lebih gemuk dibandingkan saudara dekatnya anoa pegunungan (Bubalus quarlesi). Panjang tubuhnya sekitar 150 cm dengan tinggi sekitar 85 cm. Tanduk anoa dataran rendah panjangnya 40 cm. Sedangkan berat tubuh anoa dataran rendah mencapai 300 kg.
Anoa dataran rendah dapat hidup hingga mencapai usia 30 tahun yang matang secara seksual pada umur 2-3 tahun. Anoa betina melahirkan satu bayi dalam setiap masa kehamilan. Masa kehamilannya sendiri sekitar 9-10 bulan. Anak anoa akan mengikuti induknya hingga berusia dewasa meskipun telah disapih saat umur 9-10 bulan. Sehingga tidak jarang satu induk terlihat bersama dengan 2 anak anoa yang berbeda usia.
Anoa dataran rendah hidup dihabitat mulai dari hutan pantai sampai dengan hutan dataran tinggi dengan ketinggian 1000 mdpl. Anoa menyukai daerah hutan ditepi sungai atau danau mengingat satwa langka yang dilindungi ini selain membutuhkan air untuk minum juga gemar berendam ketika sinar matahari menyengat.
Anoa pegunungan (Bubalus quarlesi) sering disebut juga sebagai Mountain Anoa, Anoa de montagne, Anoa de Quarle, Berganoa, dan Anoa de montaña. Dalam bahasa latin anoa pegunungan disebut Bubalus quarlesi.
Anoa pegunungan (Bubalus quarlesi)
Anoa pegunungan mempunyai ukuran tubuh yang lebih ramping dibandingkan anoa datarn rendah. Panjang tubuhnya sekitar 122-153 cm dengan tinggi sekitar 75 cm. Panjang tanduk anoa pegunungan sekitar 27 cm dengan berat tubuh dewasa sekitar 150 kg. Anoa pegunungan berusia antara 20-25 tahun yang matang secara seksual saat berusia 2-3 tahun. Seperti anoa dataran rendah, anoa ini hanya melahirkan satu bayi dalam setiap masa kehamilan yang berkisar 9-10 bulan. Anak anoa akan mengikuti induknya hingga berusia dewasa meskipun telah disapih saat umur 9-10 bulan. Sehingga tidak jarang satu induk terlihat bersama dengan 2 anak anoa yang berbeda usia.
Anoa pegunungan berhabitat di hutan dataran tinggi hingga mencapai ketinggian 3000 mdpl meskipun terkadang anoa jenis ini terlihat turun ke pantai untuk mencari garam mineral yang diperlukan dalam proses metabolismenya.
Anoa pegunungan cenderung lebih aktif pada pagi hari, dan beristirahat saat tengah hari. Anoa sering berlindung di bawah pohon-pohon besar, di bawah batu menjorok, dan dalam ruang di bawah akar pohon atau berkubang di lumpur dan kolam. Tanduk anoa digunakan untuk menyibak semak-semak atau menggali tanah Benjolan permukaan depan tanduk digunakan untuk menunjukkan dominasi, sedangkan pada saat perkelahian, bagian ujung yang tajam menusuk ke atas digunakan dalam upaya untuk melukai lawan. Ketika bersemangat, anoa pegunungan mengeluarkan suara “moo”.
Populasi dan Konservasi.
Anoa semakin hari semakin langka dan sulit ditemukan. Bahkan dalam beberapa tahun terakhir anoa dataran rendah (Bubalus depressicornis) yang menjadi maskot provinsi Sulawesi Tenggara tidak pernah terlihat lagi. Karena itu sejak tahun 1986, IUCN Redlist memasukkan kedua jenis anoa ini dalam status konservasi “endangered” (Terancam Punah).
Selain itu CITES juga memasukkan kedua satwa langka ini dalam Apendiks I yang berarti tidak boleh diperjual belikan. Pemerintah Indonesia juga memasukkan anoa sebagai salah satu satwa yang dilindungi dalam Peraturan Pemerintah (PP) Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa.
Beberapa daerah yang masih terdapat satwa langka yang dilindungi ini antaranya adalah Cagar Alam Gunung Lambusango, Taman Nasional Lore-Lindu dan TN Rawa Aopa Watumohai (beberapa pihak menduga sudah punah).
Anoa sebenarnya tida mempunyai musuh (predator) alami. Ancaman kepunahan satwa endemik Sulawesi ini lebih disebabkan oleh deforestasi hutan (pembukaan lahan pertanian dan pemukiman) dan perburuan yang dilakukan manusia untuk mengambil daging, kulit, dan tanduknya.
Pada tahun 2000, masyarakat Kabupaten Buton dan Konawe Selatan dibantu pihak BKSDA pernah mencoba untuk membuka penangkaran anoa. Tetapi usaha ini akhirnya gagal lantaran perilaku anoa yang cenderung tertutup dan mudah merasa terganggu oleh kehadiran manusia sehingga dari beberapa spesies yang ditangkarkan tidak satupun yang berhasil dikawinkan.
Tahun 2010 ini, Taman Nasional Lore-Lindu akan mencoba melakukan penangkaran satwa langka yang dilindungi ini. Semoga niat baik ini dapat terlaksana sehingga anoa datarn rendah (Bubalus depressicornis) dan Anoa Pegunungan (Bubalus quarlesi) dapat lestari dan menjadi kebanggan seluruh bangsa Indonesia seperti halnya Panser Anoa buatan Pindad.



Bison
Kerajaan          : Animalia
Filum               : Chordata
Kelas               : Mamalia
Ordo                : Artiodactyla
Famili              : Bovidae
Upafamili        : Bovinae
Genus              : Bison
Spesies            : B. bison
Bison Amerika (Bison bison) merupakan keluarga sapi mamalia yang biasanya dikenal sebagai Kerbau Amerika. Bison ini biasanya baik hidup di Amerika, Afrika, dan sebagainya. Di Asia dan Amerika, binatang ini hidup di padang rumput.
Bison bisa mencapai 2 meter (6.6 kaki) tinggi, 3 meter (10 kaki) panjang, dan berat 900 menjadi 2.200 pound (400-1000 kg).
Anggota dari genus Bison besar bahkan berkuku ungulates dalam subfamili Bovinae .. Dua masih ada spesies dan empat punah spesies diakui.. Spesies yang masih hidup adalah banteng Amerika , Bison bison (dengan dua subspesies, dengan banteng dataran , Bison bison banteng, dan banteng kayu , Bison athabascae banteng), ditemukan di Amerika Utara, dan bison Eropa, atau wisent (Bison bonasus), ditemukan di Eropa dan Kaukasus . Sementara spesies ini biasanya dikelompokkan ke dalam mereka sendiri genus , mereka kadang-kadang termasuk dalam genus terkait erat Bos , [1] bersama-sama dengan ternak , Gaur , kouprey dan yak , yang banteng dapat kawin silang .

Deskripsi

. Para banteng Amerika dan Eropa wisent adalah hewan darat terbesar di Amerika Utara dan Eropa .  Bison adalah nomaden grazers dan perjalanan dalam kawanan , kecuali untuk non-dominan sapi jantan, yang pergi sendirian atau dalam kelompok-kelompok kecil selama hampir sepanjang tahun. . banteng Amerika dikenal untuk hidup di Great Plains  Kedua spesies diburu dekat dengan kepunahan selama abad ke-19 dan 20 tetapi sejak rebound. The Plains banteng Amerika tidak lagi terdaftar sebagai terancam punah, tetapi Bison Kayu adalah pada daftar spesies terancam di Kanada
Meskipun terlihat serupa, ada beberapa perbedaan fisik dan perilaku antara bison Amerika dan Eropa. Spesies Amerika memiliki 15 tulang rusuk, sementara banteng Eropa memiliki 14. The Para banteng Amerika memiliki empat vertebra lumbal, sedangkan Eropa memiliki lima. Dewasa banteng Amerika tidak kurus dalam membangun, dan memiliki kaki yang pendek. bison di Amerika cenderung merumput lebih, dan menelusuri kurang dari sepupu Eropa. anatomi mereka mencerminkan perbedaan perilaku; kepala banteng Amerika hang lebih dekat ke bumi daripada Eropa. Tubuh banteng Amerika biasanya hairier, meskipun ekornya memiliki rambut kurang daripada banteng Eropa. Tanduk banteng titik Eropa melalui bidang wajah mereka, membuat mereka lebih mahir dalam pertempuran melalui saling tanduk dengan cara yang sama seperti sapi dalam negeri, tidak seperti banteng menyeruduk Amerika yang menguntungkan. [5] bison Amerika lebih mudah dijinakkan dari sepupu Eropa mereka, dan berkembang biak dengan sapi domestik lebih siap.






Megapodiidae
Alectura lathamiKingdom         : Animalia
Filum               : Chordata
Subfilum         : Vertebrata
Kelas               : Aves
Ordo                : Galliformes
Famili              : Megapodiidae
Genus              : Megapodia
Spesies            : Megapodia sp
Megapodiidae adalah salah satu suku burung yang terdapat di dalam ordo Galliformes. Burung-burung yang terdapat dalam suku ini disebut juga burung gosong.Burung-burung dalam suku Megapodiidae memiliki bulu berwarna hitam atau coklat, ukuran kepala kecil dan berkaki besar, yang berguna untuk menggali tanah atau pasir untuk bertelur. Pada umumnya mereka menghabiskan sebagian besar waktunya di atas permukaan tanah.
Burung gosong meletakkan telurnya di dalam tanah atau pasir, dan menggunakan panas bumi atau sinar matahari untuk mengeraminya. Anak burung menggunakan cakarnya untuk keluar dari kulit telur dan menggali ke permukaan tanah.daerah sebaran burung gosong adalah di Australasia, di kepulauan Indonesia bagian timur, Filipina, Papua Nugini, Australia, pulau-pulau samudra Pasifik bagian barat, pulau Andaman dan pulau Nicobar. Pakan burung gosong umumnya adalah aneka biji-bijian, buah, serangga dan hewan kecil. Megapodiidae adalah suku burung dengan sejumlah marga atau genera.



Walet Sapi
Kingdom         : Animalia
Filum               : Chordata
Subfilum         : Vertebrata
Kelas               : Aves
Ordo                : Apodiformes
Famili              : Apodidae
Genus              : Collocalia
Spesies            : Collocalia esculenta
Walet Sapi adalah burung yang mempunyai paruh, berdarah panas, dan bereproduksi dengan cara bertelur.walet sapi (collocalia esculenta) walet ini berbulu hitam ke biru-biruan dengan warna mengilap.Bulu bagian bawah kelabu gelap dan bagian perut agak putih.Ekornya sedikit bercelah.Walet sapi merupakan jenis walet yang berukuran paling kecil.Panjang tubuhnya hanya sekitar 10 cm.Matanya berwaran cokelat gelap,paruh hitam.Suaranya melengking tinggi.Walet sapi banyak terdpat di Asia,Himalaya,China,Asia tenggara,Papua Nugini, san Australia.Di Indonesia,walet jenis ini banyak di temukan di Jawa dan Bali.Habitatnya meliputi semua ketinggian permukaan,baik di padang rumput berpohon terbuka maupun hutan.
Walet sapi terbang berkelompok,tidak beraturan.Walet ini tidak kuat terbang jauh.Biasanya terbang rendah hanya berputar-putar di dekat permukaan tanah atau sungai untuk mandi dan minum.Jika mencari makan,sering mengitari pohon-pohon besar dan tinggi yang banyak serangganya,terutama tawon kecil.sarang berbentuk tidak beraturan,terdiri dari campuran lumut dan rumput yang direkatkan dengan air liurnya.Pada celah gua yang terang,celah batu,atau sudut bangunan,walet sapi dapat bersarang.Jika bertelur biasanya hanya 2 butir.Telurnya berwarna putih dan agak lonjong.Walet sapi bersarang tidak tergantung pada musim kawin sehingga bisa bersarang sepanjang tahun.
  1. KESIMPULAN
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan ditaman safari indonesia dan museum zoology dapa disimpulakn bahwa: Domba yang kita kenal sekarang merupakan hasil dometikasi manusia yang sejarahnya diturunkan dari 3 jenis domba liar, yaitu Mouflon (Ovis musimon) yang berasal dari Eropa Selatan dan Asia Kecil, Argali (Ovis amon) berasal dari Asia Tenggara, Urial (Ovis vignei) yang berasal dari Asia. Badak adalah binatang berkuku ganjil (perrisodactyla), pada tahun 1814, Fischer telah memberi nama marga (genus) Dicerorhinus kepada badak sumatera..Dicerorhinus berasal dari bahasa Yunani yaitu Di berarti “dua” dan Cero berarti “cula” (berarti bercula dua), rhinus berarti “hidung”, sumatrensis: merujuk pada Pulau Sumatera. ((ditambah akhiran ensis menurut bahasa Latin, berarti lokasi). Sedangkan dalam bahasa Inggrisnya Badak Sumatera disebut Sumatran Rhino. Harimau Sumatera (Panthera tigris Linnaeus, 1758) merupakan jenis kucing terbesar baik yang masih eksis ada maupun dilihat dari penemuan fosilnya. Harimau juga merupakan salah satu jenis mamalia yang paling diketahui kehidupannya. Harimau umumnya dibagi menjadi beberapa sub spesies yaitu : Harimau Bengal, Harimau Caspian, Harimau Amur, Harimau Jawa, Harimau China Selatan, Harimau Bali, Harimau Sumatera dan Harimau Indo China. Ada tiga sub spesies harimau yaitu Kaspian, Bali dan Jawa yang diduga telah punah sejak tahun 1950-an. Buaya muara atau buaya bekatak (Crocodylus porosus) adalah sejenis buaya yang terutama hidup di sungai-sungai dan di laut dekat muara. Daerah penyebarannya dapat ditemukan di seluruh perairan Indonesia.
Kambing gunung memiliki jenggot khas dan panjang, bulu tebal, bagaikan mantel hangat untuk melindungi mereka dari suhu dingin dan menggigit angin pegunungan. Bulu tebal ini juga seperti jas putih yang mencitptakan kamuflase yang baik pada wilayah ketinggian yang bersalju.Kambing betina menghabiskan sebagian besar kehidupan mereka dengan anak-anak mereka. Kambing jantan biasanya hidup menyendiri atau berkumpul hanya dengan satu atau dua kambing jantan lain. Burung Unta (Ostrich) bukan sembarang burung. Tinggi badannya dapat mencapai 2,5 meter dengan berat 180 kg. Selain besar, Burung Unta juga memiliki daya tahan yang luar biasa. Burung ini bisa bertahan hidup pada suhu di atas 40 derajat Celcius hingga suhu 0 derajat Celcius. Umurnya juga terbilang panjang, bisa mencapai usia sekitar 50 tahun. The bongo barat atau dataran rendah, eurycerus Tragelaphus eurycerus, adalah, sebagian besar hutan malam herbivora hewan berkuku dan di antara yang terbesar dari spesies antelop hutan Afrika.
Bongos ditandai oleh mantel coklat kemerahan mencolok, tanda berwarna hitam dan putih, garis-garis putih-kuning dan tanduk agak panjang berputar. Memang, bongos adalah satu-satunya Tragelaphid di mana kedua jenis kelamin memiliki tanduk. Bongos memiliki interaksi sosial yang kompleks dan ditemukan di Afrika mosaik hutan lebat. Maleo Senkawor atau Maleo, yang dalam nama ilmiahnya Macrocephalon maleo adalah sejenis burung gosong berukuran sedang, dengan panjang sekitar 55cm, dan merupakan satu-satunya burung di dalam genus tunggal Macrocephalon. Yang unik dari maleo adalah, saat baru menetas anak burung maleo sudah bisa terbang.Ukuran telur burung maleo beratnya 240 gram hingga 270 gram per butirnya, ukuran rata-rata 11 cm, dan perbandingannya sekitar 5 hingga 8 kali lipat dari ukuran telur ayam.
Binturung (Arctictis binturong) adalah sejenis musang bertubuh besar, anggota suku Viverridae. Beberapa dialek Melayu menyebutnya binturong, menturung atau menturun. Dalam bahasa Inggris, hewan ini disebut Binturong, Malay Civet Cat, Asian Bearcat, Palawan Bearcat, atau secara ringkas Bearcat. Anoa adalah hewan khas Sulawesi. Ada dua spesies anoa yaitu: Anoa Pegunungan (Bubalus quarlesi) dan Anoa Dataran Rendah (Bubalus depressicornis). Keduanya tinggal dalam hutan yang tidak dijamah manusia. Penampilan mereka mirip dengan rusa dan memiliki berat 150-300 kg. Anak anoa akan dilahirkan sekali setahun.
Singa (Sansekerta: Siha) atau dalam nama ilmiahnya Panthera leo adalah seekor hewan dari keluarga felidae atau genus kucing. Singa merupakan hewan yang hidup dalam kelompok. Biasanya terdiri dari seekor jantan dan banyak betina. Kelompok ini lantas menjaga daerah kekuasaannya. Berat Singa kurang lebih antara 150 kg (betina) dan 225kg (jantan). Umurnya antara 10 sampai 15 tahun di hutan. Tetapi jika dipelihara bisa sampai 20 tahun.





DAFTAR PUSTAKA
·         zipcodezoo.com/Animals/A/Arctictis_binturong
·         Referensi dan gambar: www.iucnredlist.org/apps/redlist/details/2461/0; www.celebio.org;
·         www.ultimateungulate.com/Artiodactyla/Bubalus_depressicornis.html;

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar